BULETIN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) Minggu Epidemiologi Ke-23 (14 Juni 2026)


Jum, 10 Juli 2026 | Gading Promkes

Pelapor : Dias Minata Putra, A.Md. Kep Mentor : Agoes Yudi Purnomo, S.KM, MPH

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) adalah suatu sistem surveilans mingguan yang digunakan untuk memantau perkembangan tren kejadian penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dari waktu ke waktu. SKDR berfungsi memberikan sinyal peringatan dini apabila jumlah kasus yang dilaporkan melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Pelaporan dilakukan secara rutin setiap minggu oleh faskes termasuk Puskesmas Gading melalui website SKDR, dengan menggunakan format pelaporan standar yang mencakup 24 jenis penyakit menular prioritas.

Berdasarkan hasil laporan SKDR Puskesmas Gading melalui website SKDR, diketahui bahwa pada minggu epidemiologi ke 23 tahun 2026 terdapat 5 jenis penyakit yang muncul dari total 24 penyakit prioritas. Berikut laporan lengkap SKDR Puskesmas Gading minggu epidemiologi ke-23 (14 Juni 2026)

I. RINGKASAN

  • Kinerja ketepatan dan kelengkapan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Berdasarkan laporan Jejaring Fasyankes tidak memenuhi target Ketepatan 80% sedangkan kinerja jejaring 100% dan Kelengkapan 90% sedangkan kinerja jejaring 100%
  • Penyakit yang dapat dilaporakan di minggu ke-23 sebanyak 5 penyakit yaitu :Diare Akut, Ispa, ILI, Suspek Dengue, dan Suspek Demam Tifoid
  • Fokus penyakit minggu ke-23 adalah Diare Akut
  •  Tidak ada KLB di minggu ke-23

II. KINERJA SURVEILANS

Ketepatan Waktu dan Kelengkapan Laporan SKDR. Tabel 1. Kinerja SKDR di Puskesmas Gading Minggu 23 Tahun 2026

No Unit Pelapor Ketepatan Kelengkapan
Minggu 23 % Minggu 23 %
1 Puskesmas Gading T 100% T 100%
2 Pustu Kapasmadya Baru T 100% T 100%
3 Pustu Gading T 100% T 100%
4 Pustu Dukuh Setro T 100% T 100%
5 Klinik Surya Giri Jaya 122 T 100% T 100%
6 Klinik Tabita  T 100% T 100%
7 Klinik Wisma Husada  T 100% T 100%

Keterangan :

T : Tepat Waktu, L : Terlambat, TL : Tidak Lapor

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa pada minggu ke-23 Ketepatan laporan sebesar 100 % ( target 80%) demikian pula Kelengkapan laporan sebesar 100% (target 90%).

Tabel 2. Alert yang Muncul dan Respon Alert di Puskesmas Gading Minggu 22-23 Tahun 2026

No Unit Pelapor Alert yang muncul Respon alert Alert yang muncul Respon alert

Minggu 22 % <24 jam % Minggu 23 % <24 jam %
1 Puskesmas Gading 1 100% 1 100% 1 100% 100%

Berdasarkan data alert diatas dalam minggu 23 memiliki 1 kasus respon alert dan direspon < 24 jam muncul notifikasi kasus Diare Akut di minggu epidemiologi ke 23.

III. LAPORAN PENYAKIT POTENSIAL KLB TAHUN 2026

Pada minggu ke 23 tercatat 1.766 kasus di Puskesmas Gading pada minggu ke 23 tidak ditemukan kasus suspek campak, observasi difteri, AFP, suspek pertusis, suspek Tetanus Neonatorum (TN), suspek tetanus, pnemonia, GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies), suspek meningitis / encepalitis, disentri, suspek kolera, suspek leptospirosis, suspek antrax, suspek Flu Burung pada manusia, dan Covid 19 Konfirmasi. Tidak Terdapat kasus kematian sehingga CFR 0%.

IV. FOKUS PENYAKIT MINGGU EPIDEMIOLOGI 23

Berdasarkan Tabel 3 yang menjabarkan notifikasi penyakit, maka penyakit yang akan dibahas minggu ini Diare Akut.

  1. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan Waktu. kasus Diare Akut tahun 2026 mengalami kenaikan fluktuatif, Puncak kasus terdapat di minggu 2, dan minggu ke 14 - minggu ke 16 dan tidak ada penurunan kasus dari nilai Max. 
  2. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin. Berdasarkan minggu ke 23 menunjukkan bahwasannya paling banyak kasus diare akut dialami kelompok usia 18 - 59 tahun sebanyak 22 kasus dikarenakan kurangnya PHBS, sering tidak melakukan cuci tangan, dan makan makanan yang pedas, lingkungan yang padat penduduk dan kumuh. Berdasarkan Jenis Kelamin minggu ke 23 menunjukkan bahwasannya paling banyak kasus diare akut dialami jenis kelamin perempuan sebanyak 27 kasus dikarenakan makan makanan yang pedas seperti seblak, bakso dan sambal.
  3. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan Tempat. Berdasarkan pada minggu ke 23 menunjukkan bahwasannya paling banyak kasus diare akut dialami tempat di Kelurahan Kapas Madya Baru sebanyak 19 kasus dikarenakan wilayah padat penduduk, wilayah kumuh.

V. RENCANA TINDAK LANJUT DAN EVALUASI

  • Berkolaborasi dengan Promkes untuk sosialisasi PHBS di Kelurahan Kapas Madya Baru dan berkoordinasi dengan Lintas Sektor.
  • Memberikan feedback laporan (menyebarkan bulletin) kepada Lintas Sektor dan Masyarakat.
  • Meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas program, lintas sektor, serta jejaring fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung penguatan Surveilans Epidemiologi melalui deteksi dini, penemuan kasus, dan pelaporan penyakit bepotensi KLB/ Wabah secara tepat waktu.