BULETIN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) Minggu Epidemiologi Ke-22 (06 Juni 2026)


Sel, 07 Juli 2026 | Gading Promkes

Pelapor : Dias Minata Putra-Tim Surveilans Puskesmas Gading Mentor : Agoes Yudi Purnomo

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) adalah suatu sistem surveilans mingguan yang digunakan untuk memantau perkembangan tren kejadian penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dari waktu ke waktu. SKDR berfungsi memberikan sinyal peringatan dini apabila jumlah kasus yang dilaporkan melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Pelaporan dilakukan secara rutin setiap minggu oleh faskes termasuk Puskesmas Gading melalui website SKDR, dengan menggunakan format pelaporan standar yang mencakup 24 jenis penyakit menular prioritas.

Berdasarkan hasil laporan SKDR Puskesmas Gading melalui website SKDR, diketahui bahwa pada minggu epidemiologi ke 22 tahun 2026 terdapat 5 jenis penyakit yang muncul dari total 24 penyakit prioritas. Berikut laporan lengkap SKDR Puskesmas Gading minggu epidemiologi ke-22 (06 Juni 2026)

I. RINGKASAN

  • Kinerja ketepatan dan kelengkapan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Berdasarkan laporan Jejaring Fasyankes tidak memenuhi target Ketepatan 80% sedangkan kinerja jejaring 55.56% dan Kelengkapan 90% sedangkan kinerja jejaring 55.56%
  • Penyakit yang dapat dilaporakan di minggu ke-22 sebanyak 5 penyakit yaitu :Diare Akut, Ispa, ILI, Suspek Dengue, dan Suspek Demam Tifoid
  • Fokus penyakit minggu ke-22 adalah Diare Akut
  • Tidak ada KLB di minggu ke-22

II. KINERJA SURVEILANS

Ketepatan Waktu dan Kelengkapan Laporan SKDR : Tabel 1. Kinerja SKDR di Puskesmas Gading Minggu 22 Tahun 2026

No Unit Pelapor Ketepatan Kelengkapan
Minggu 22 % Minggu 21 %
1 Puskesmas Gading T 100% T 100%
2 Pustu Kapasmadya Baru T 100% T 100%
3 Pustu Gading T 100% T 100%
4 Pustu Dukuh Setro T 100% T 100%
5 Klinik Surya Giri Jaya 122 T 100% T 100%
6 Klinik Beaudent TL 0% TL 0%
7 Klinik Tabita  TL 0% TL 0%
8 Klinik Wisma Husada  TL 0% TL 0%
9 Klinik Super Skin TL 0% TL 0%

Keterangan :

T : Tepat Waktu, L : Terlambat, TL : Tidak Lapor

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa pada minggu ke-21 Ketepatan laporan sebesar 55,56 % ( target 80%) demikian pula Kelengkapan laporan sebesar 55,56% (target 90%). Rendahnya Ketepatan dan Kelengkapan laporan disebabkan 4 unit pelapor dari klinik swasta tidak lapor.

Tabel 2. Alert yang Muncul dan Respon Alert di Puskesmas Gading Minggu 21-22 Tahun 2026

No Unit Pelapor Alert yang muncul Respon alert Alert yang muncul Respon alert

Minggu 21 % <24 jam % Minggu 22 % <24 jam %
1 Puskesmas Gading 1 100% 1 100% 1 100% 100%

Berdasarkan data alert diatas dalam minggu 22 memiliki 1 kasus respon alert dan direspon < 24 jam muncul notifikasi kasus Diare Akut di minggu epidemiologi ke 22, yang sebelumnya juga muncul di minggu epidemiologi ke 21.

III. LAPORAN PENYAKIT POTENSIAL KLB TAHUN 2026

Pada minggu ke 22 tercatat 1.627 kasus di Puskesmas Gading pada minggu ke 22 tidak ditemukan kasus suspek campak, observasi difteri, AFP, suspek pertusis, suspek Tetanus Neonatorum (TN), suspek tetanus, pnemonia, GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies), suspek meningitis / encepalitis, disentri, suspek kolera, suspek leptospirosis, suspek antrax, suspek Flu Burung pada manusia, dan Covid 19 Konfirmasi. Kasus yang dilaporkan meliputi ISPA (148 kasus), ILI (147 kasus), Diare Akut (27 kasus), Suspek Demam Tifoid (1 kasus), Suspek Dengue (1 kasus). Tidak Terdapat kasus kematian sehingga CFR 0%.

IV. FOKUS PENYAKIT MINGGU EPIDEMIOLOGI 22

Berdasarkan penjabaran notifikasi penyakit, maka penyakit yang akan dibahas Diare Akut.

  1. Distribusi kasus diare akut berdasarkan waktu. Kasus Diare Akut tahun 2026 mengalami kenaikan fluktuatif, Puncak kasus terdapat di minggu 2, dan minggu ke 14 - minggu ke 16 dan tidak ada penurunan kasus dari nilai Max
  2. Distribusi kasus diare akut berdasarkan usia dan jenis kelamin. Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwasannya di kelompok usia < 5 tahun total kasus 5 (40,7/100.000 penduduk) kelompok usia 5 - 17 tahun total kasus 4 (18,5/100.000 penduduk) kelompok usia 18 - 59 tahun total kasus 14 (33,3/100.000 penduduk) kelompok usia >60 tahun total kasus 4 (7,4/100.000penduduk) yang artinya insident rate tertinggi atau yang paling beresiko adalah kelompok usia <5 tahun. Berdasarkan hal itu, menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki 12 kasus (44.4/100.000 penduduk) jenis kelamin perempuan 16 kasus (55.6/100.000 penduduk yang artinya insident rate tertinggi atau yang paling bersiko adalah jenis kelamin perempuan.
  3. Distribusi kasus diare akut berdasarkan tempat. Menurut Peta dan Grafik sebaran kasus Diare Akut di Puskesmas Gading total ada 27 Kasus, tersebar di 3 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Gading, 17 kasus di Kelurahan Kapas Madya Baru, 7 kasus di Kelurahan Gading, dan 3 kasus di Kelurahan Dukuh Setro. Kasus terbanyak ada di Kelurahan Kapas Madya Baru masih sama seperti Minggu Epidemiologi ke 21 

V. RENCANA TINDAK LANJUT DAN EVALUASI

Kesimpulan 

  • Pelaporan Jejaring Unit Pelapor Puskesmas Gading belum melaporkan sesuai tepat waktu mapun lengkap pelaporan
  • Alert yang muncul diminggu 22 memiliki 1 kasus respon alert dan direspon < 24 Dan muncul notifikasi kasus Diare Akut di minggu epidemiologi ke 22
  • Pada minggu ke 22 tercatat 1.627 kasus di Puskesmas Gading pada minggu ke 22 tidak ditemukan kasus suspek campak, observasi difteri, AFP, suspek pertusis, suspek Tetanus Neonatorum (TN), suspek tetanus, pnemonia, GHPR (Gigitan Hewan Penular Rabies), suspek meningitis / encepalitis, disentri, suspek kolera, suspek leptospirosis, suspek antrax, suspek Flu Burung pada manusia, dan Covid 19 Konfirmasi. Kasus yang dilaporkan meliputi ISPA (148 kasus), ILI (147 kasus), Diare Akut (27 kasus), Suspek Demam Tifoid (1 kasus), Suspek Dengue (1 kasus). Tidak Terdapat kasus kematian sehingga CFR 0%.
  • Kasus Diare Akut diwilayah Puskesmas Gading didominasi usia 18 - 59 Tahun sebanyak 14 atau 33,33 per 100.000 penduduk.
  • Kasus Diare Akut diwilayah Puskesmas Gading menunjukkan bahwa jenis kelamin laki-laki 12 kasus (44.4/100.000 penduduk) jenis kelamin perempuan 16 kasus (55.6/100.000 penduduk yang artinya insident rate tertinggi atau yang paling bersiko adalah jenis kelamin perempuan.
  • Berdasarkan sebaran Kasus Diare Akut berdasarkan Tempat, diketahui bahwa wilayah yang paling rentan terkena Diare Akut adalah Kelurahan Kapas Madya Baru dengan total 17 orang.

Rencana Tindak Lanjut 

  • Jejaring melakukan pelaporan SKDR secara lengkap dan tepat waktu sesuai kesepakatan waktu.
  • Berkolaborasi dengan Promkes untuk sosialisasi PHBS di Kelurahan Kapas Madya Baru dan berkoordinasi dengan Lintas Sektor.
  • Memberikan feedback laporan (menyebarkan bulletin) kepada Lintas Sektor dan Masyarakat.

Rekomendasi 

Meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas program, lintas sektor, serta jejaring fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung penguatan Surveilans Epidemiologi melalui deteksi dini, penemuan kasus, dan pelaporan penyakit bepotensi KLB/ Wabah secara tepat waktu.