BULETIN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) Minggu Epidemiologi Ke-21 (30 Mei 2026)


Sen, 29 Juni 2026 | Gading Promkes

BULETIN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR)

Minggu Epidemiologi Ke-21 (30 Mei 2026)

Pelapor : Dias Minata Putra-Tim Surveilans Puskesmas Gading Mentor : Agoes Yudi Purnomo

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) adalah suatu sistem surveilans mingguan yang digunakan untuk memantau perkembangan tren kejadian penyakit menular yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dari waktu ke waktu. SKDR berfungsi memberikan sinyal peringatan dini apabila jumlah kasus yang dilaporkan melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. Pelaporan dilakukan secara rutin setiap minggu oleh faskes termasuk Puskesmas Gading melalui website SKDR, dengan menggunakan format pelaporan standar yang mencakup 24 jenis penyakit menular prioritas.

Berdasarkan hasil laporan SKDR Puskesmas Gading melalui website SKDR, diketahui bahwa pada minggu epidemiologi ke 1-21 tahun 2026 terdapat 7 jenis penyakit yang muncul dari total 24 penyakit prioritas. Berikut laporan lengkap SKDR Puskesmas Gading minggu epidemiologi ke-21 (30 Mei 2026)

I. RINGKASAN

  1. Kinerja ketepatan dan kelengkapan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Berdasarkan laporan Jejaring Fasyankes tidak memenuhi target Ketepatan 80%, sedangkan kinerja jejaring 44.44% dan Kelengkapan 90% sedangkan kinerja jejaring 44.44%
  2. Penyakit yang dapat dilaporakan di minggu ke-21 sebanyak 5 penyakit yaitu :Diare Akut, Ispa, ILI, Suspek Dengue, dan Suspek Demam Tifoid
  3. Fokus penyakit minggu ke-21 adalah Diare Akut
  4. Tidak ada KLB di minggu ke-21

II. KINERJA SURVEILANS

Ketepatan Waktu dan Kelengkapan Laporan SKDR. Tabel 1. Kinerja SKDR di Puskesmas Gading Minggu 1 - 21 Tahun 2026: 

No Unit Pelapor Ketepatan Kelengkapan
Minggu 21 % Minggu 21 %
1 Puskesmas Gading T 100% T 100%
2 Pustu Kapasmadya Baru T 100% T 100%
3 Pustu Gading T 100% T 100%
4 Pustu Dukuh Setro T 100% T 100%
5 Klinik Beaudent  TL 0% TL 0%
6 Klinik Surya Giri Jaya 122 TL 0% TL 0%
7 Klinik Tabita  TL 0% TL 0%
8 Klinik Wisma Husada  TL 0% TL 0%
9 Klinik Super Skin TL 0% TL 0%

Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa pada minggu ke-21 Ketepatan laporan sebesar 44,44 % ( target 80%) demikian pula Kelengkapan laporan sebesar 44,44% (target 90%). rendahnya Ketepatan dan Kelengkapan laporan disebabkan 5 unit pelapor dari klinik swasta tidak lapor.

Tabel 2. Alert yang Muncul dan Respon Alert di Puskesmas Gading Minggu 1-21 Tahun 2026 

No Unit Pelapor Alert yang muncul Respon alert Alert yang muncul Respon alert

Minggu 1-20 % <24 jam % Minggu 21 % <24 jam %
1 Puskesmas Gading 30 100% 30 100% 1 100% 100%

Berdasrkan data alert diatas dalam minggu 1 - 20 memiliki 30 kasus respon alert dan direspon < 24 Dan muncul notifikasi kasus Diare Akut di minggu epidemiologi ke 21

III. LAPORAN PENYAKIT POTENSIAL KLB TAHUN 2026

Pada minggu ke 21 tercatat 1.421 kasus di Puskesmas Gading pada minggu ke 21 tidak ditemukan kasus suspek campak dan pnemonia. Kasus yang dilaporkan meliputi ISPA (92 kasus), ILI (92 kasus), Diare Akut 25 (25 kasus), Suspek Demam Tifoid (26 kasus), Suspek Dengue (2 kasus). Tidak Terdapat kasus kematian sehingga CFR 0%.

IV. FOKUS PENYAKIT MINGGU EPIDEMIOLOGI 21

Berdasarkan penjabaran notifikasi penyakit, maka penyakit yang akan dibahas minggu ini Diare Akut.

  1. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan usia dan jenis kelamin. Diare Akut yang ditemukan diwilayah Puskesmas Gading didominasi usia 1-10 Tahun sebanyak 15 per 1000 penduduk. Sebaran Diare Akut di minggu 21 lebih banyak terjadi pada perempuan di bandingkan laki - laki. Perempuan memiliki Insiden Rate lebih tinggi 3/1000 penduduk (60%) sedangkan laki - laki 2/1000 penduduk (40%)
  2. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan Wilayah. Menurut hasil, diketahui bahwa wilayah yang paling rentan terkena Diare Akut adalah Kelurahan Kapas Madya Baru dengan total 20 orang.
  3. Distribusi Kasus Diare Akut Berdasarkan Waktu, bahwa kasus Diare Akut tahun 2026 mengalami kenaikan fluktuatif, Puncak kasus terdapat di minggu 2, dan minggu ke 14 - minggu ke 16 dan tidak ada penurunan kasus dari nilai Max

V. RENCANA TINDAK LANJUT DAN EVALUASI

Kesimpulan 

  • Pelaporan Jejaring Unit Pelapor Puskesmas Gading belum melaporkan sesuai tepat waktu mapun lengkap pelaporan
  • Alert yang muncul diminggu 1 - 20 memiliki 30 kasus respon alert dan direspon < 24 Dan muncul notifikasi kasus Diare Akut di minggu epidemiologi ke 2
  • Pada minggu ke 21 tercatat 1.421 kasus di Puskesmas Gading pada minggu ke 21 tidak ditemukan kasus suspek campak dan pnemonia. Kasus yang dilaporkan meliputi ISPA (92 kasus), ILI (92 kasus), Diare Akut 25 (25 kasus), Suspek Demam Tifoid (26 kasus), Suspek Dengue (2 kasus). Tidak Terdapat kasus kematian sehingga CFR 0%.
  • DIare Akut yang ditemukan diwilayah Puskesmas Gading didominasi usia 1-10 Tahun sebanyak 15 per 1000 penduduk.
  • Sebaran Diare Akut di minggu 21 lebih banyak terjadi pada perempuan di bandingkan laki - laki. Perempuan memiliki Insiden Rate lebih tinggi 3/1000 penduduk (60%) sedangkan laki - laki 2/1000 penduduk (40%)
  • Menurut gambar sebaran diatas dan grafik diatas, diketahui bahwa wilayah yang paling rentan terkena Diare Akut adalah Kelurahan Kapas Madya Baru dengan total 20 orang.

Rencana Tindak Lanjut 

  • Jejaring melakukan pelaporan SKDR secara lengkap dan tepat waktu sesuai kesepakatan waktu.
  • Berkolaborasi dengan Promkes untuk sosialisasi PHBS di Kelurahan Kapas Madya Baru dan berkoordinasi dengan Lintas Sektor.
  • Memberikan feedback laporan (menyebarkan bulletin) kepada Lintas Sektor dan Masyarakat.
  • Kasus Diare Akut tahun 2026 mengalami kenaikan fluktuatif, Puncak kasus terdapat di minggu 2, dan minggu ke 14 - minggu ke 16 dan tidak ada penurunan kasus dari nilai Max

Rekomendasi 

Meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas program, lintas sektor, serta jejaring fasilitas layanan kesehatan dalam mendukung penguatan Surveilans Epidemiologi melalui deteksi dini, penemuan kasus, dan pelaporan penyakit bepotensi KLB/ Wabah secara tepat waktu.