Sekapur Sirih

Surabaya, eHealth. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, Lanjut Usia (Lansia) dan keluarga miskin.


Berita Terbaru

Pola Asuh Keluarga Yang Benar Dapat Cegah Risiko Gangguan Jiwa Pada Remaja

Pola Asuh Keluarga Yang Benar Dapat Cegah Risiko Gangguan Jiwa Pada Remaja

Surabaya, eHealth. Hari ini, 10 Oktober, masyarakat kesehatan di dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa Seduia. Peringatan yang kali pertama dilaksanakan tahun 1992 oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) ini untuk kali ke-24 dilaksanakan di seluruh dunia. Meski demikian, meningkatnya kasus kesehatan jiwa dan juga 

Dijuluki Tim Surveior Sebagai Puskesmas yang “Camkoha!”

Dijuluki Tim Surveior Sebagai Puskesmas yang “Camkoha!”

Surabaya, eHealth. Puskesmas Kenjeran Surabaya menyusul 28 Puskesmas di Kota Surabaya untuk menjalani proses penilaian akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kategori Puskesmas. Selama tiga hari mulai tanggal 30 Maret hingga 1 April 2017, Tim Surveior dari Komisi Akreditasi FKTP hadir ke Puskesmas yang berada 

Himbau Siswa dan Guru Ajak Periksa Ke Puskesmas Bila Ada Seseorang Dengan Gejala TB

Himbau Siswa dan Guru Ajak Periksa Ke Puskesmas Bila Ada Seseorang Dengan Gejala TB

SOSIALISASIKAN BAHAYA TB : Kepala Puskesmas Sidotopo dr. Ita Mardiana (kerudung ungu) bersama Nihan sedang menjelaskan bahaya penyakit TB ke siswa SD Nurul Islam Surabaya. /Foto : dok. Puskesmas Sidotopo.

Surabaya, eHealth. Peringatan Hari Tuberculosis Sedunia setiap tanggal 24 Maret diperingati oleh berbagai insan kesehatan dengan gaya yang berbeda-beda. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui Puskesmas nya yang memperingati Hari Tuberculosis dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan lapangan secara serentak di 63 Puskesmas di Kota Surabaya.

Salah satu Puskesmas yang melaksanakan penyuluhan lapangan yakni Puskesmas Sidotopo. Puskesmas yang terletak di kawasan utara Surabaya ini turun ke tiga tempat untuk memberikan penyuluhan seputar penyakit dan bahaya yang ditimbulkan oleh Tuberculosis atau yang lebih di kenal dengan penyakit TB, antara lain di SD Nurul Islam, di Balai RW 10 Kelurahan Sidotopo, dan Balai RW 16 Kelurahan Ampel.

Dalam memberikan penyuluhan di SD Nurul Islam, penanggung jawab TB Puskesmas Sidotopo, Nihayatus Saadah, Amd. Kep bersama Kepala Puskesmas Sidotopo dr. Ita Mardiana Primawati menjelaskan berbagai hal terkait penyakit TB, mulai dari apa itu TB, cara penularan, hingga langkah yang ditempuh apabila ada keluarga yang terkena penyakit TB.

Raut muka antusias tampak dari puluhan siswa dan guru SD saat menyimak paparan dari Puskesmas Sidotopo ini. Nihayatus Saadah menjelaskan bahwa penyakit TB adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Nah, penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan terpapar ke orang yang sehat.

Gejala penyakit TB, lanjut wanita yang akrab disapa Nihan ini, berupa batuk berkepanjangan, berat badan mulai menurun, hilangnya nafsu makan, demam, timbul keringat di malam hari, nyeri pada bagian dada, hingga batuknya berdarah.

Nihan pun menghimbau kepada guru dan siswa di SD Nurul Islam, apabila menemui seseorang, teman atau keluarga dekat dengan gejala di atas, hendaknya menyarankan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Sidotopo, sehingga seseorang tersebut dapat segera tertangani apabila positif terkena TB. Selain itu juga pengetahuan akan penyakit TB ini diteruskan kepada keluarga maupun teman-teman sehingga kesadaran masyarakat akan penyakit ini semakin meningkat.

Saat ditemui tim eHealth, Nihan pun menjelaskan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo, selama bulan Januari hingga Maret 2017 sudah ditemukan kasus 21 pasien TB baru. Dan sepanjang tahun 2016 kemarin, terdapat 67 pasien TB baru. Ia pun berharap dengan adanya peringatan Hari TB ini, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo semakin waspada akan bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit TB ini. (And)