Waspada Virus Nipah dan Gejalanya!
Sen, 02 Maret 2026 | Sidotopo Promkes
Penyakit infeksi virus Nipah merupakan salah satu penyakit infeksi zoonosis yang perlu mendapat perhatian serius, terutama untuk negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
World Health Organization (WHO) telah memasukkan infeksi virus Nipah ke dalam kelompok penyakit infeksi emerging yang berpotensi menyebabkan ancaman kesehatan global seperti pandemi.
Lebih dari 750 kasus yang telah dilaporkan secara global sejak tahun 1998, dan di bulan Januari tahun 2026 ini sudah ada 2 kasus baru terkonfirmasi di Benggala Barat, India. Tingkat kematian akibat infeksi virus Nipah termasuk tinggi, sekitar 40 – 75%.
Di Indonesia sendiri, keberadaan virus Nipah sudah terdeteksi pada kelelawar pemakan buah yang hidup di Sumatera Utara, Jawa, dan Kalimantan Barat.
Namun, belum pernah ada laporan kasus infeksi virus Nipah pada manusia. Kasus terakhir yang dilaporkan di Indonesia terjadi di tahun 2000, pada pekerja migran Indonesia yang bekerja di peternakan babi di Malaysia lalu kembali ke Indonesia.
Cara Penularan Virus Nipah
Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA. Kelompok virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius.
Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.
Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:
-
Demam
-
Sakit kepala
-
Batuk
-
Sakit tenggorokan
-
Nyeri otot
-
Sesak napas
-
Muntah
-
Kesulitan menelan
-
Peradangan otak (ensefalitis)
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh Virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan. Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan kematian.
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Mencegah penularan Virus Nipah sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan termasuk:
-
Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko. Kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber penularan utama. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan ini.
-
Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.
-
Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.
-
Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.
-
Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah
sumber: https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-virus-nipah-dan-gejalanya