Sekapur Sirih

Surabaya, eHealth. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk rentan, antara lain ibu, bayi, anak, Lanjut Usia (Lansia) dan keluarga miskin.


Berita Terbaru

Pola Asuh Keluarga Yang Benar Dapat Cegah Risiko Gangguan Jiwa Pada Remaja

Pola Asuh Keluarga Yang Benar Dapat Cegah Risiko Gangguan Jiwa Pada Remaja

Surabaya, eHealth. Hari ini, 10 Oktober, masyarakat kesehatan di dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa Seduia. Peringatan yang kali pertama dilaksanakan tahun 1992 oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) ini untuk kali ke-24 dilaksanakan di seluruh dunia. Meski demikian, meningkatnya kasus kesehatan jiwa dan juga 

Puskesmas Banyu Urip

Puskesmas Banyu Urip

Nomor Kode Puskesmas: 13.30.07.00.01.32   Alamat: Jl.Banyu Urip Kidul 6/8 Surabaya   Kecamatan: Sawahan   Kode Pos: 60254 Telepon/Fax: 031-5685424/031-5615292   Kota: Surabaya   Nama Pimpinan Puskesmas: dr. Tenny Septania   Tahun berdiri: 1978   Tipe Puskesmas: Puskesmas Rawat Inap Bersalin TT : 10 VISI 

Pelajari Manajemen Pengelolaan RS Hingga JKN

Pelajari Manajemen Pengelolaan RS Hingga JKN

Oleh : Tri Rahayu Ningsih

Surabaya, eHealth. Pengelolaan Rumah Sakit dan juga pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Surabaya terus menarik minat daerah lain untuk belajar di kota pahlawan ini. Kali ini rombongan DPRD Kabupaten Gianyar Bali berkunjung ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya, hari Jumat (21/10/2016), untuk bertukar pikiran mengenai manajemen pengelolaan Rumah Sakit sekaligus pelaksanaan JKN.

Bertempat di ruang rapat lantai dua Dinkes Kota Surabaya, kedatangan rombongan dari daerah yang terkenal akan pariwisatanya ini disambut oleh Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan Dinkes Kota Surabaya Hariyanto, SKM, M.Kes serta staf Bagian Penyusunan Program Nur Choriyah Weni dan staf Jamkesmas Yuni Arianti.

Rombongan yang beranggotakan 14 orang ini terdiri dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Ketua Komisi IV beserta Wakilnya, Sekertaris Komisi IV, serta Anggota DPRD Komisi IV.

Pada pertemuan ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar sekaligus sebagai ketua rombongan I Ketut Jata mengutarakan tujuan DPRD ke Surabaya untuk mengetahui, mempelajari dan mengadopsi prosedur pelayanan di bidang kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Pihaknya memilih ibukota Jawa Timur sebagai obyek pembelajaran karena permasalahan kesehatan di kota pahlawan ini betul-betul mendapatkan perhatian yang tinggi dari Pemerintah Kota, salah satunya adalah pengelolaan Puskesmas Rawat Inap di Surabaya serta menyikapi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS di Surabaya.

Seperti biasa, Kepala Seksi Diklat SDM Kesehatan Dinkes Kota Surabaya, Hariyanto memaparkan profil kesehatan yang ada di Kota Surabaya, termasuk juga pelayanan Puskesmas Rawat Inap serta inovasi pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas seperti layanan Paliatif hingga pengobatan tradisional.

Seusai paparan dan juga diskusi, rombongan dari DPRD gianyar merasa terkesan dengan program-program pelayanan puskesmas rawat inap di surabaya. Salah satunya yaitu perawatan paliatif yang hingga melakukan perawatan ke rumah pasien.

Sementara itu, staf Sub bagian Penyusunan Program Dinkes Kota Surabaya Nur Coiriyah Weni menambahkan bahwasanya di Kota Surabaya, selaian Puskesmas Rawat Inap untuk Persalinan, juga ada Puskesmas Rawat Inap yang melayani gawat darurat, akan tetapi hal tersebut kurang efektif, mengingat banyak sekali klinik umum yang juga beroperasi 24 jam di Kota Surabaya ini. Oleh karena itu, di Surabaya lebih menerapkan Puskesmas Rawat Inap Persalinan.

Lanjut Hariyanto menjelaskan, di Surabaya saat ini hamper semua kegiatan pelayanan masyarakat menggunakan aplikasi online, seperti eSurat, eLampid, eHealth dan lainnya. Tidak hanya itu saja, staf Dinas pun menggunakan aplikasi online dalam setiap pengerjaan tugas kesehariannya, seperti eBudgeting, ePerformance juga eProucerement. Hal inilah yang juga membuat anggota dewan tertarik untuk mempelajarinya.

Pria alumnus Universitas Airlangga ini lalu menyarankan kepada rombongan DPRD Kabupaten Gianyar, apabila ingin lebih intens untuk mempelajari sistem tata kelola di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, maka hendaknya menjalin kerjasama antar kepala daerah, seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain yang melakukan kerjasama dengan pemerintah Kota Surabaya untuk belajar mengenai sitim tata kelola di lingkungan Pemkot Surabaya.

Terbentuknya sistem tata kelola seperti diatas, ujar Hariyanto, memang tak luput dari komitmen kepala daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Di akhir diskusi selama tiga jam lebih ini ditutup dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah instansi.(Ayu/And)