24 May
2017

Surabaya, eHealth. “Kita Bisa.. Kita Pasti Bisa…” Sebuah penggalan lagu dari karyawan Puskesmas Gundih yang dibuat untuk memberi semangat dalam menjalani proses akreditasi terdengar keras di lantai dua di Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Margodadi No. 36 Surabaya ini. Syair lagu yang terinspirasi dari lagu berjudul “Wae Wa E O (kita Bisa)” ini seolah mengisyaratkan bahwa Puskesmas Gundih siap untuk menjalani penilaian akreditasi Fasilitas KesehatanTingkat Pertama (FKTP) kategori Puskesmas.

Memang, Puskesmas Gundih merupakan salah satu dari sembilan Puskesmas di Kota surabaya yang menjalani penilaian akreditasi secara bersamaan selama tiga hari, mulai tanggal 22 – 24 Mei 2017. Tim surveior yang menilai Puskesmas Gundih ini terdiri dari tiga orang, yakni Wahida Nurusshobah, SKM, M.Kes yang menilai di bidang Administrasi Manajemen (Admen), Hj. Raden Mulyati, SKM, M.Kes yang menilai di bidang Upaya Kesehatan masyrakat (UKM), dan dr. Siti Aisyah Sahidu Salam, SU, M.Kes yang menilai di bidang Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

Selama tiga hari penilaian, tim surveior “memotret” berbagai kegiatan dan dokumen yang terdapat di Puskesmas Gundih. Di hari pertama, tim surveior lebih banyak melakukan telusur dokumen dari tiga kelopok kerja, yakni Kelompok Kerja Admen, UKM dan UKP.

Sedangkan di hari kedua, tim surveior berkeliling ruangan di area Puskesmas Gundih untuk meninjau secara langsung sistem pelayanan yang terdapat di Puskesmas. Setelah melakukan kegiatan telusur, tim berkesempatan untuk berkunjung ke kampung lawas Maspati, yakni kampung di wilayah kerja Puskesmas Gundih yang dijadikan sebagai kampung wisata di Kota Surabaya sekaligus sebagai kampung binaan dari Puskesmas Gundih.

Di hari terakhir penilaian akreditasi, tim surveior melakukan wawancara dengan lintas sektor. Sejumlah undangan baik dari kecamatan, kelurahan, polsek, koramil, KUA, hingga kader Posyandu dan tokoh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gundih hadir untuk melakukan sesi tanya jawab dengan tim surveior. Seusai wawancara lintas sektor, dilanjutkan dengan wawancara Kepala Puskesmas.

Kepala Puskesmas Gundih dr. Rahmad Suudi menyampaikan harapannya agar dalam akreditasi ini Puskesmas yang ia pimpin mendapatkan hasil yang terbaik.

Selain Puskesmas Gundih, delapan Puskesmas lainnya di Kota surabaya yang menjalani penilaian akreditasi dengan waktu bersamaan antara lain, Puskesmas Menur, Sidotopo, Kalirungkut, Kedurus, Peneleh, Mulyorejo, Wonokusumo dan Puskesmas Mojo.

Dengan adanya penilaian akreditasi di sembilan Puskesmas ini, total sudah 39 Puskesmas di Kota Surabaya yang telah menjalani akreditasi dari 63 Puskesmas. Rencananya, Dinkes Kota Surabaya menargetkan seluruh Puskesmas di Kota Surabaya telah terakreditasi di tahun 2017 ini. (And)