18 May
2018

Kunjungan Lapangan : drg. Anon Wijayanti (jilbab biru) bersama karyawan dan kader Puskesmas Made sedang memberi jawaban kepada tim juri dari Dinkes Provisnsi Jawa Timur saat melakukan kunjungan lapangan Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan ke Puskesmas Made./Foto : Andi Sahrial.

Surabaya, eHealth. Tiga wakil tenaga kesehatan teladan tingkat Kota Surabaya yang maju ke Provinsi Jawa Timur menjalani penilaian tahap akhir, yakni menerima kunjungan lapangan dari tim juri penilaian tenaga kesehatan teladan tingkat Provinsi Jawa Timur, hari Jumat (18/05/2018).

Tiga Tenaga Kesehatan Teladan yang akan menjalani penilaian lapangan oleh tim juri dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yakni drg. Anon Wijayanti dari Puskesmas Made di kategori Dokter Gigi, Nella Febrilia Dharma dari Puskesmas Sidotopo di kategori Ahli Tehnik Laboratorium Medik dan Sulistyowatiningsih dari Puskesmas Tenggilis di kategori Kesehatan Lingkungan.

Sebelum bertolak ke tiga Puskesmas tersebut untuk melakukan penilaian, tim juri yang berjumlah 12 orang ini disambut terlebih dahulu oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita, MA di ruang rapat Dinkes Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, kadinkes berharap agar tiga wakil tenaga kesehatan teladan yang mewakili Kota  Surabaya dapat memberikan hasil yang terbaik agar dapat melanjutkan ke tingkat nasional. Tak lupa juga kadinkes memberikan cinderamata kepada tim juri berupa plakat kaca berbentuk lambang Surabaya sebelum tim melanjutkan kegiatan penilaian lapangan di tiga Puskesmas.

Puskesmas Made menjadi salah satu yang dikunjungi oleh tim penilaian Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jawa Timur. Dalam penilaian di lapangan, tim juri ingin mengetahui secara langsung bagaimana inovasi yang diusung oleh drg. Anon Wijayanti dalam mengembangkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Made.

Dalam inovasinya, dokter gigi yang akrab disapa drg. Anon ini menciptakan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS) untuk bayi dan Balita. KMGS adalah kartu yang berfungsi sebagai alat komunikasi dan informasi kesehatan rongga mulut balita di Posyandu antara kader, orang tua balita dan juga tenaga kesehatan gigi Puskesmas. Selain itu, KMGS juga sebagai sarana Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi keluarga balita untuk memelihara kesehatan rongga mulut dan gigi balita sejak dini, serta sarana identifikasi dan petunjuk pertumbuhan dan perkembangan gigi balita sejak dini.

Dalam penerapan KMGS ini dilaksanakan di Posyandu bersamaan dengan jadwal kegiatan Posyandu maupun bisa juga datang ke Puskesmas Made sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh dokter ataupun dalam KMGS tersebut.

Kartu yang serupa dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita ini terdiri dari dua halaman dalam satu lembar dengan ukuran 21 Cm x 33 Cm. Di halaman pertama KMGS, berisi identitas bayi atau balita, KIE cara membersihkan gigi anak, dan tabel jadwal kunjungan ke pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas. Sedangkan di halaman dua KMGS berisi tabel kesehatan gigi balita yang diisi oleh kader kesehatan gigi di Posyandu Balita, grafik periode pertumbuhan gigi balita dan petunjuk cara pengisian tabel kesehatan gigi balita.

Dokter gigi yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Made ini mengatakan, inovasi menciptakan KMGS ini berawal dari pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada 120 anak di Posyandu Mawar 2, 3, 4, 5 di wilayah kerja Puskesmas Made. Dari pemeriksaan tersebut didapatkan kesimpulan bahwa karies pada apras pada balita yang diperiksa masih tinggi. Sebagian besar gigi geligi anak tidak dapat lagi dirawat dengan penambalan pada giginya. Ditambah kesadaran dari orang tua yang rendah untuk melakukan perawatan gigi atau penambalan gigi sulung pada buah hatinya.

Berangkat dari kasus diatas, maka drg. Anon berupaya untuk menciptakan inovasi dengan membuat KMGS. Tidak hanya berhenti disitu saja, ia juga membentuk dan melatih kader UKGM di setiap Posyandu Balita di wilayah kerja Puskesmas Made sehingga dapat membantu untuk pemeriksaan.

Dengan inovasi KMGS inilah drg. Anon Wijayanti menjadi Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Kota Surabaya tahun 2018 kategori dokter gigi dan berhak mewakili Surabaya untuk maju ke tingkat Jawa Timur.

Selain drg. Anon, inovasi dari Nella Febrilia Dharma dari Puskesmas Sidotopo dan juga Sulistyowatiningsih dari Puskesmas Tenggilis juga mengantarkan mereka menjadi tenaga kesehatan teladan tingkat Kota Surabaya tahun 2018 di kategori Ahli Tekhnik Laboratorium Medik dan Kesehatan Lingkungan. Semoga memberikan hasil yang terbaik untuk Kota Surabaya. (And)