29 Dec
2017

Surabaya, eHealth. Puskesmas Banyu Urip adalah salah satu dari tujuh Puskesmas di Kota Surabaya yang menjalani proses penilaian akreditasi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) di akhir tahun 2017 ini. Selama tiga hari mulai tanggal 27-29 Desember 2017, puskesmas yang baru saja menempati bangunan baru ini menjalani akreditasi yang dilakukan oleh tim Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI.

Puskesmas Banyu Urip telah siap untuk menjalani proses penilaian akreditasi, hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Banyu Urip dr. Tenny Septania saat memberikan paparan tentang profil Puskesmas Banyu Urip dihadapan tiga surveior saat open conference hari pertama akreditasi, hari Rabu (27/12/2017).

Dalam kesempatan ini pula, tim surveior yang terdiri dari tiga orang, yakni dr. Fredy Ied Fitriadi, dr, Suparyanto, M.Kes, dan Paulina Kristianti, SKM, M.Kes memperkenalkan diri dan menyatakan maksud dan tujuannya untuk melakukan “pemotretan” akreditasi di Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Banyu Urip Kidul VI No. 8 Surabaya ini.

Dalam paparannya saat open conference, dr. Fredy yang bertindak sebagai ketua tim surveior akreditasi Puskesmas Banyu Urip meyampaikan maksud tujuan kedatangannya ke Banyu Urip untuk menilai kesesuaian penyelenggaranaan Administrasi Manajemen (Admen), penyelenggaraan Upaya Kesehatan masyarakat (UKM) dan juga Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) di Puskesmas dengan persyaratan yang ada pada standar akreditasi, menilai sejauh mana Puskesmas mampu menyelenggarakan pelayanan yang sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan yang berlaku untuk pelayanan Puskesmas, dan juga menilai upaya perbaikan berkesinambungan yang dilakukan oleh Puskesmas dalam penyelenggaraan pelayanan.

Selama tiga hari, lanjut dr. Fredy, tim surveior melaksanakan penilaian akreditasi sesuai dengan yang telah dijadwalkan, mulai dari telusur dokumen sampai dengan wawancara dengan lintas sektor dan wawancara pimpinan.

Tim surveior pun mengapresiasi kerja keras dan semangat staf Puskesmas Banyu Urip dalam mempersiapkan akreditasi dan berharap lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannya, terlebih dengan adanya bangunan Puskesmas yang terbilang baru.

Selain Puskesmas Banyu Urip, tujuh Puskesmas di Kota Surabaya yang mengikuti akreditasi di penghujung tahun 2017 adalah Puskesmas Jemursari, Asem Rowo, Dr. Soetomo, Rangkah, Sawah Pulo, dan Puskesmas Balas Klumprik.

Tujuh Puskesmas ini adalah gelombang terakhir Puskesmas di Kota Surabaya yang melakukan penilaian akreditasi, sehingga total 63 Puskesmas di kota pahlawan ini telah menjalani sertifikasi akreditasi. (And)