23 Oct
2019

 

Oleh : Jalil, District Coordinator Program Baduta 2.0

Surabaya, eHealth. Emo Demo kini tidak hanya sebatas penyuluhan antara kader dengan ibu balita, namun kini juga mulai merambah ke instansi maupun perkumpulan masyarakat, seperti yang terlihat di wilayah kerja Puskesmas Sememi Kota Surabaya. Adalah dr. Lolita Riamawati, sosok Kepala Puskesmas Sememi yang juga getol menggaungkan Emo Demo ke berbagai tempat di wilayah kerja Puskesmas Sememi.

Tidak hanya itu saja, Puskesmas dengan status akreditasi paripurna pertama di Indonesia ini juga menggaungkan Emo Demo kepada pasien atau pengunjung yang datang di Puskesmas Sememi seperti yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kegiatan (KAK)/Term of Reference Emo Demo Baduta 2.0 di Wilayah Kerja Puskesmas Sememi.

Sedangkan isi pokok yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kegiatan Emo Demo ini meliputi rincian kegiatan, sasaran kegiatan, peran pihak terkait termasuk lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi kegiatan.

Gagasan pembuatan KAK ini berawal dari tahun 2018 dimana Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Kendung Sememi ini merupakan salah satu Puskesmas di Kota Surabaya yang terintervensi oleh GAIN dengan salah satu program andalannya yakni emo demo. Emo demo merupakan metode penyuluhan inovatif dengan permainan yang diintegrasikan kedalam kegiatan Posyandu agar pesan-pesan yang berkaitan dengan gizi Baduta dan Ibu Hamil lebih mudah diterima. Sejak saat itu, emo demo mulai diperkenalkan ke lingkup structural Puskesmas, kader hingga warga di wilayahPuskesmas Sememi.

Sebagai wujud implementasi dari KAK tersebut, pada setiap jam pelayanan Puskesmas diputarlah video yang bertemakan emo demo diruang tunggu Puskesmas. Tidak hanya itu saja, secara rutin pegawai Puskesmas yang telah mendapatkan ToT yakni bidan koordinator dan petugas gizi didapuk untuk menyampaikan emo demo di hadapan pengunjung Puskesmas. Hal ini dilakukan selain agar pengunjung Puskesmas tidak bosan saat menunggu antrian pelayanan, juga pengunjung tersebut mendapatkan ilmu baru terkait emo demo.

Selain penyampaian materi Demo Emo di gedung, Puskesmas Sememi juga tengah setuju untuk menggaungkan demo emo ke pertemuan lintas sektor dengan cara menyisipkan materi demo emo saat pertemuan lintas sektor, baik itu di kecamatan, kelurahan, RT / RW, kegiatan warga, bahkan di Koramil juga memberikan demo emo yang disetujui, layaknya penyampaian materi ini disesuaikan dengan para peserta rapat.

Karena ada materi Emo Demo yang disampaikan tidak hanya untuk ibu balita saja, namun juga bapak-bapak dan pemegang kebijakan di wilayah kerja Puskesmas Sememi, akhirnya semua mengerti dan ingin tahu pentingnya membantu dalam mengembangkan kembang buah, juga diharapkan dapat membuat kebijakan yang mendukung program emo demo.