14 Jul
2017

TELUSUR PUSKESMAS : Salah satu tim surveior, dr. Faisal tengah menerima penjelasan dari staf Puskesmas Made mengenai sistem antrian online eHealth di Puskesmas Made saat pelaksanaan penilaian akreditasi Puskesmas Made (12/07/2017). /Foto : Andi Sahrial

Surabaya, eHealth. Penilaian akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kategori Puskesmas di Kota Surabaya kembali berlanjut setelah jeda di bulan puasa dan Idul Fitri. Kali ini tiga Puskesmas di Surabaya yang menjalani penilaian akreditasi FKTP. Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Made, Pacar Keling dan Tambak Wedi.

Puskesmas Made, salah satu puskesmas yang menjalani penilaian akreditasi ini menjalani proses penilaian selama tiga hari, mulai tanggal 12 – 14 Juli 2017. Dalam penilaian tersebut, tim surveior Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri dari tiga orang hadir ke puskesmas yang beralamatkan di Jl. Raya Made RT 1 RW IV, Kecamatan Sambikerep ini untuk menilai segala aspek yang terdapat di Puskesmas Made.

Klik : Foto – Foto Penilaian Akreditasi Puskesmas Made Kota Surabaya 

Tim surveior tersebut adalah Drs. Putu Sukra, MPHM yang menilai di bidang administrasi dan manajemen, Sri Andewi, SKM, M.Kes yang menilai di bidang Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan dr. Faisal, MM yang menilai di bidang Upaya kesehatan Perorangan (UKP).

Di hari pertama kegiatan akreditasi Puskesmas, salah satu tim surveior yakni dr. Faisal langsung melakukan kegiatan telusur Puskesmas. Untuk lebih mengetahui sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas Made, dokter asal Provinsi Bengkulu ini juga mendaftar menjadi pasien dengan menggunakan aplikasi antrian online eHealth.

Ia pun mendapatkan pelayanan kesehatan sama seperti pasien lainnya, mulai dari nomor antrian, pemanggilan pasien, pemeriksaan pasien hingga pengambilan obat. dr. Faisal pun terlihat manggut-manggut saat dokter yang memeriksanya memberikan keterangan seputar penyakit serta memberikan penjelasan mengenai lembar persetujuan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Made. Setelah kegiatan telusur Puskesmas, dr. Faisal kembali melanjutkan penilaian dengan telusur dokumen, sama seperti dua surveior yang lain.

Untuk hari kedua, tim surveior kembali melanjutkan kegiatan telusur dokumen setelah paginya melaksanakan kegiatan klarifikasi untuk menjelaskan beberapa hal yang perlu diperbaiki saat kegiatan peilaian di hari pertama akreditasi.

Sri Andewi, surveior yang membidangi UKM turun ke lapangan untuk melihat langsung beberapa inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Made yang terkait dengan pengembangan Taman Obat Keluarga (TOGA), yakni ke budidaya tanaman Rosella yang memang menjadi produk unggulan dari binaan Puskesmas Made. Wanita yang akrab disapa Dewi ini pun kagum dengan budidaya Rosella di Kota Surabaya yang menurutnya sangat layak untuk dikembangkan dan bisa menjadi sarana penggerek ekonomi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Made. Tak hanya Rosella, ia pun kagum dengan budidaya tanaman semanggi yang menjadi salah satu bahan makanan khas di kota Surabaya.

Sedangkan hari ketiga atau hari terakhir kegiatan akreditasi Puskesmas Made, tim surveior melaksanakan kegiatan wawancara dengan lintas sektor terkait di wilayah kerja Puskesmas Made, seperti Camat Sambikerep, Lurah dari Bringin dan Made, Polsek Lakarsantri, kader Posyandu Balita, Kader Posyandu Lansia, KUA, tokoh masyarakat hingga kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Setelah wawancara lintas sektor, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara pimpinan Puskesmas.

Dalam tiga hari pelaksanaan akreditasi di Puskesmas Made, secara keseluruhan tim surveior memberikan apresiasi ke Puskesmas Made akan pelayanan kesehatan yang diberikan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Saat Exit Conference berlangsung, Kepala Puskesmas Made, drg. Anon Wijayanti menyampaikan rasa terima kasih nya kepada tim surveior saat menjalani penilaian dalam tiga hari ini. Menurut dokter gigi yang juga sebagai Plt. Kepala Puskesmas Pegirian ini mengungkapkan banyak ilmu yang didapat setelah menjalani penilaian. Dan nantinya ilmu tersebut akan diterapkan dalam sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas Made. (And)