30 Nov
2017

Surabaya, eHealth. Suara nyanyian yel-yel Bumantik (Ibu Pemantau Jentik) serta lagu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dinyanyikan oleh puluhan Bumantik dari Puskesmas Putat Jaya terdengar nyaring memecah keheningan pagi. Diiringi oleh alat musik dapur, baik dari kentungan bambu, galon, hingga botol plastik air mineral bekas yang diisi beras turut mengiringi suara para Bumantik.

Tidak sendirian, para Bumantik yang berjumlah 50 orang ini juga ditemani oleh 15 karyawan Puskesmas Putat Jaya serta beberapa lintas sektor dan juga Babinsa (Bintara Pembina Desa) berkeliling kampung di RW 7 Kelurahan Putat Jaya Surabaya untuk mengkampanyekan gerakan PSN dengan cara “Gemakan Sama-Sama” (Gerakan Masyarakat Budayakan Satu Rumah Satu Jumantik), hari Kamis (30/11/2017).

(Klik Disini: Foto-foto Kegiatan Kampanye Pemberantasan Sarang Nyamuk Oleh Puskesmas Putat Jaya)

Sembari pawai, Bumantik membagikan selebaran atau leaflet tentang waspada Demam Berdarah Dengue kepada warga yang keluar rumah saat pelaksanaan pawai tersebut. “Ibu ibu, setelah ini wajib njentik (PSN, red) nggih, satu rumah satu jumantik. Ini wajib bu, ada surat edaran dari Walikota (Surabaya),” ujar koordinator pawai sekaligus petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Putat Jaya, Maya Santyawati, Amd. KL kepada warga yang menonton aksi pawai tersebut.

Jika para Bumantik membagikan leaflet dan selebaran tentang Gemakan Sama-Sama, para babinsa dan lintas sektor memberikan ikan cupang kepada warga yang menonton kampanye. Ikan cupang yang diberikan ini bermaksud untuk memusnahkan jentik nyamuk, karena makanan ikan cupang adalah jentik nyamuk. “Jadi ikan cupang diberikan kepada warga yang memiliki bak penampungan air yang besar dan tidak mungkin untuk dikuras setiap minggunya, seperti tandon atau bak lainnya,” kata wanita yang akrab disapa Maya ini.

Tidak hanya itu saja, sebelum berangkat pawai, Plt Kepala Puskesmas Putat Jaya dr. Lolita Riamawati berkesempatan menyematkan topi dan selempang dada kepada dua kader Bumantik, yakni ibu Sri dan bu Lea sebagai Duta Mars Gemakan Sama-Sama.

Memang, Pemerintah Kota Surabaya, salah satunya Puskesmas Putat Jaya beserta lintas sektor di wilayah kerjanya getol mengkampanyekan gerakan PSN melalui gerakan satu rumah satu Jumantik. Hal ini dikarenakan musim penghujan telah tiba. Terlebih, khususnya di kawasan Putat Jaya sangat padat penduduk.

Dr. Lolita mengungkapkan, terdapat 7.637 rumah dengan 13.131 Kepala Keluarga yang ada di wilayah kerja Puskesmas Putat Jaya.

“Wilayah putat jaya ini over crowded, penduduknya sangat padat dan rumahnya mepet2 dan kurang ventilasi. Jika tidak diwaspadai, situasi seperti ini bisa naik drastis (angka kasus DBD). Ini adalah musim antara hujan dan panas. Jika musim seperti ini, aduh, musim nyamuk bertelur dan beranak pinak. Ini yang harus kita waspadai, dan dimulai dari gerakan pawai seperti ini,” ujar dr. Lolita saat ditemui tim eHealth sesuai kegiatan berlangsung.

Lebih lanjut, dokter yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Sememi ini menunjukkan data kasus Demam Berdarah Dengue yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Putat Jaya. “Total kasus DBD sampai bulan November 2017 sebanyak 29 kasus. Sedangkan tahun lalu mulai Januari sampai Desember 2016 sebanyak 40 kasus. Alhamdulillah turun (angka kasus DBD), tapi kami tidak boleh lengah. Justru dengan kampanye semacam ini, masyarakat agar lebih waspada terhadap DBD,” tukasnya.

Dengan dibantu 471 anggota Bumantik serta seluruh lintas sektor, dr. Lolita berharap untuk tahun kedepannya angka kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Putat Jaya semakin menurun. (And)