24 Mar
2017

SEBAR ILMU TENTANG TB : Staf Puskesmas Sidfotopo, Nihayatus Saadah sedang menjelaskan tentang penyakit TB di SD Nurul Islam Sidotopo dalam rangka Peringatan Hari TB Sedunia. /Foto: dok. Puskesmas Sidotopo.

Surabaya, eHealth. Peringatan Hari Tuberculosis Sedunia setiap tanggal 24 Maret diperingati oleh berbagai insan kesehatan dengan gaya yang berbeda-beda. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui Puskesmas nya yang memperingati Hari Tuberculosis dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan lapangan secara serentak di 63 Puskesmas di Kota Surabaya.

Salah satu Puskesmas yang melaksanakan penyuluhan lapangan yakni Puskesmas Sidotopo. Puskesmas yang terletak di kawasan utara Surabaya ini turun ke tiga tempat untuk memberikan penyuluhan seputar penyakit dan bahaya yang ditimbulkan oleh Tuberculosis atau yang lebih di kenal dengan penyakit TB, antara lain di SD Nurul Islam, di Balai RW 10 Kelurahan Sidotopo, dan Balai RW 16 Kelurahan Ampel.

Dalam memberikan penyuluhan di SD Nurul Islam, penanggung jawab TB Puskesmas Sidotopo, Nihayatus Saadah, Amd. Kep bersama Kepala Puskesmas Sidotopo dr. Ita Mardiana Primawati menjelaskan berbagai hal terkait penyakit TB, mulai dari apa itu TB, cara penularan, hingga langkah yang ditempuh apabila ada keluarga yang terkena penyakit TB.

Raut muka antusias tampak dari puluhan siswa dan guru SD saat menyimak paparan dari Puskesmas Sidotopo ini. Nihayatus Saadah menjelaskan bahwa penyakit TB adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Nah, penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan terpapar ke orang yang sehat.

Gejala penyakit TB, lanjut wanita yang akrab disapa Nihan ini, berupa batuk berkepanjangan, berat badan mulai menurun, hilangnya nafsu makan, demam, timbul keringat di malam hari, nyeri pada bagian dada, hingga batuknya berdarah.

Kepala Puskesmas Sidotopo dr. Ita Mardiana turut memberikan pengarahan kepada puluhan siswa di SD Nurul Islam tentang penyakit TB. /Foto : dok. Puskesmas Sidotopo.

Nihan pun menghimbau kepada guru dan siswa di SD Nurul Islam, apabila menemui seseorang, teman atau keluarga dekat dengan gejala di atas, hendaknya menyarankan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas Sidotopo, sehingga seseorang tersebut dapat segera tertangani apabila positif terkena TB. Selain itu juga pengetahuan akan penyakit TB ini diteruskan kepada keluarga maupun teman-teman sehingga kesadaran masyarakat akan penyakit ini semakin meningkat.

Saat ditemui tim eHealth, Nihan pun menjelaskan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo, selama bulan Januari hingga Maret 2017 sudah ditemukan kasus 21 pasien TB baru. Dan sepanjang tahun 2016 kemarin, terdapat 67 pasien TB baru. Ia pun berharap dengan adanya peringatan Hari TB ini, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sidotopo semakin waspada akan bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit TB ini. (And)