27 Jan
2018

Surabaya, eHealth. Beragam cara dilakukan dalam memperingati Hari Gizi Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 25 Januari setiap tahunnya. Salah satunya adalah Puskesmas Pakis Surabaya yang melaksanakan sosialisasi Germas melalui Gerakan Makan Buah dan Sayur kepada pasien yang hadir di Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Kembang Kuning Makan No. 6 Surabaya ini, hari Sabtu (27/01/2018).

Kepala Puskesmas Pakis drg. Puspa Karmila mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi Germas ini untuk memperingati Hari Gizi Nasional ke 58 tahun 2018. Ia melanjutkan, gerakan makan buah dan sayur yang diangkat Puskesmas Pakis dalam tema sosialisasi Germas kali ini juga mengacu pada tema Hari Gizi Nasional Tahun 2018 kali ini, yakni “Mewujudkan Kemandirian Keluarga Dalam 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK) Untuk Pencegahan Stunting.”

(Klik: Foto-foto Kegiatan Sosialisasi Germas Puskesmas Pakis)

Dokter gigi yang akrab disapa drg. Puspa ini menjelaskan bahwa Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Faktor yang menyebabkan stunting yakni rendahnya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin hingga anak berusia 2 tahun.

Setelah kegiatan dibuka oleh Kepala Puskesmas Pakis, lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Sulasmi, SKM, M.Kes dengan tema “Mari Kita Cegah Stunting Dengan Konseling Gizidan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.”

Dalam paparannya, Sulasmi menyampaikan bahwa Indonesia termasuk dalam 17 negara dengan permasalahan gizi, mulai dari balita pendek dengan jumlah 8,92 juta jiwa (37,2%), balita kurus (12,1%), kegemukan pada balita (11,9%), hingga kegemukan pada penudduk yang berusia kurang dari 18 tahun (28,9%). Semua permasalahan gizi diatas berisiko menghambat kemampuan kognitif (intelegensia) dan motorik pada anak dan juga risiko terkena Penyakit Tidak Menular (PTM) saat dewasa nanti.

Nah, untuk mencegah berbagai risiko penyakit tersebut, maka yang dilakukan hanyalah menerapkan gaya hidup sehat dengan CERDIK, yakni Cek Kesehatan Secara Rutin, Enyahkan Asap Rokok, Diet Seimbang dengan buah dan sayur, Istirahat Cukup dan Kelola Stress dengan baik.

Diet seimbang dengan mengkonsumsi buah dan sayur adalah salah satu upaya gerakan hidup sehat. Karena buah dan sayur memiliki banyak jenis manfaat yang diperlukan tubuh, seperti vitamin, serat, kalsium, asam folat, zat besi, dll.

Buah yang dimakan, lanjut ahli gizi yang pernah menjadi tenaga kesehatan teladan tingkat nasional ini, tidak melulu buah-buahan import yang mahal, namun buah lokal yang sama baiknya dalam hal kecukupan gizi. Selain murah, buah lokal banyak dijumpai disekeliling kita.

Setelah paparan dari Sulasmi berakhir, tiba saatnya para petugas Puskesmas Pakis membagikan buah dan sayur kepada puluhan pasien yang hadir. Sayur Sop dan aneka buah seperti semangka, melon dan pepaya menemani pagi menjelang siang hari ini.

Tak hanya itu saja, wanita yang kerap disapa Lasmi ini menyampaikan, mulai tanggal 25-31 Januari 2018 dilaksanakan konsultasi gizi gratis. Program ini tidak hanya dilakukan oleh Puskesmas Pakis, namun juga semua Puskesmas di Kota Surabaya mengadakan kegiatan serupa untuk menyukseskan Hari Gizi Nasional Tahun 2018 ini. (And)