06 May
2013

Puskesmas Klampis Ngasem

Pkm Klampis Ngasem

PEMERINTAH KOTA SURABAYA
DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KLAMPIS NGASEM

IDENTITAS PUSKESMAS

 Nama Puskesmas                  : Klampis Ngasem
Nomor Kode Puskesmas    : 13.30.15.03
Alamat                                       : Jl. Arief Rahman Hakim No. 99B  Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya
Nomor Telepon                      : 031 – 5992389
Pimpinan                                   : dr. Bambang Sulistyo
Tahun Berdiri                          : 1993
Tipe Puskesmas                      : Rawat jalan

Visi

Terselenggaranya Pelayanan Kesehatan Yang Terpadu Dan Optimal Baik Bagi Kesehatan Perorangan Maupun Bagi Kesehatan Masyarakat.

MISI

  • Menggerakkan peran serta masyarakat dan mendororng kemandirian hidup bersih dan sehat bagi keluarga dan masyarakat.
  • Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu bagi kesehatan perorangan maupun bagi kesehatan masyarakat.
  • Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor guna tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal

 

PROGRAM PUSKESMAS

A. PROMOSI KESEHATAN

Sasaran Program :

Seluruh masyarakat , baik petugas puskesmas, masyarakat umum, sekolah, institusi di wilayah kerja Puskesmas Klampis Ngasem (Kel Klampis Ngasem, Gebang Putih)

Pengkajian dan Intervensi

  1. Rumah Tangga yang melaksanakan PHBS
  2. Bayi mendapat ASI Eksklusif
  3. Kelurahan dengan Garam Yodium baik
  4. Posyandu Purnama terbentuk
  5. TTU yang melaksanakan PHBS
  6. Institusi pendidikan dengan PHBS
  7. Institusi kesehatan dengan PHBS
  8. Tempat kerja yang melaksanakan PHBS

Penyuluhan-penyuluhan

Penyuluhan dilakukan di dalam dan luar gedung puskesmas (Posyandu balita, Posyandu lansia, PKK, kelurahan, dsb). Meliputi materi-materi tentang KIA, KB, Gizi, P2M, dsb.

 

B.   Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

Sasaran Program :

  1. Ibu hamil.
  2. Bayi 0-1 tahun.
  3. Anak Balita 1-5 tahun.
  4. Ibu Nifas dan ibu meneteki.
  5. WUS (wanita usia subur) dan PUS (pasangan usia subur).

Bentuk pelayanan yang diberikan Puskesmas :

Untuk ibu hamil, meliputi :

  • Pemeriksaan kehamilanatau ANC, minimal 4 X selama kehamilan, bila perlu setiap bulan kontrol.
  • Setiap bumil baru diperiksa Hb (Haemoglobin), BB(berat badan), TB(tinggi badan), LILA (lingkar lengan atas), tekanan darah untuk menentukan resiko kehamilan.
  • Setiap bumil baru di rujuk ke poli gigi untuk pemeriksaan atau perawatan kesehatan gigi dan mulutnya.
  • Pemberian imunisasi TT 2 X selama kehamilan (bagi bumil yang belum mendapat TT calon pengantin atau TT long life).
  • Penyuluhan perorangan di pojok gizi.
  • Pemberian tablet besi atau Fe 90 tablet untuk mencegah anemia.

Untuk bayi 0-1 tahun:

  • Pengukuran BB (berat badan) untuk menentukan status gizi.
  • Pemberian imunisasi.
  • Pemberian vitamin A dosis tinggi (100.000 IU/vitamin A biru) pada bulan Februari dan Agustus untuk usia 6 bln-12 bulan.
  • Pemberian sirup besi untuk usia 6 bln-12 bln, terutama yang anemia atau KEP/kekurangan energi protein (bila ada alokasi).
  • Penyuluhan ASI Eksklusif dan MP-ASI di Pojok Gizi.

Untuk anak 1-5 tahun:

  • Pengukuran BB (berat badan) untuk menentukan status gizi.
  • Pemberian vitamin A dosis tinggi (200.000 IU/vitamin A merah) pada bulan Februari dan Agustus.
  • Pemberian sirup besi, terutama untuk anemia atau KKP (bila ada alokasi).

Anak Prasekolah usia 6-7 tahun:

  • Pemeriksaan kesehatan berkala ke TK (taman kanak-kanak).
  • Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut.
  • Deteksi dini tumbuh kembang anak prasekolah.

Ibu Nifas dan Ibu Meneteki

  • Pemberian vitamin A dosis tinggi bagi bufas.
  • Pemberian vitamin dan tablet tambah darah atau Fe. Untuk memulihkan kesehatan dan meningkatkan gizi ASI.
  • Motivasi untuk segera ber KB.

WUS dan PUS

  • Pemberian TT bagi WUS, khususnya capeng (calon pengantin). (TT WUS di masyarakat bila ada alokasi program).
  • Pelayanan KB bagi PUS (akseptor baru dan pembinaan akseptor lama).
  • Pap smear (bila ada alokasi program atau dana).

 

Tata cara pelayanan program kesga (kesehatan keluarga) :

Semua sasaran yang ingin mendapatkan pelayanan di unit KIA harus melalui loket umum di daftar di Regester Loket (dibedakan bayar/askes/Jamkesmas Kuota, jamkesmas non kuota, jamkesda, dan jamkesda non kuota), baru ke loket KIA untuk di daftar di Regester KIA dan dibuatkan status sesuai jenis sasaran (balita, bumil, atau peserta KB), untuk kemudian mendapat pelayanan sesuai yang diharapkan.

 

C.    Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Sasaran Program :

  • Balita (0-5 tahun).
  • Ibu hamil.
  • Ibu Nifas.
  • Pasien penyakit Diabetes Mellitus.
  • Pasien Hypertensi
  • Pasien Typhus

Bentuk pelayanan

  • Penyuluhan di Pojok Gizi (untuk balita KKP, bumil dan pasien Diabetes Mellitus).
  • Pemberian vitamin A dosis tinggi bagi balita 6 bln-5 tahun, dan bufas.
  • Pemberian sirup besi (bila ada alokasi) bagi balita 6 bln-5 tahun terutama yang KKP atau anemia dan tablet besi 90 tablet bagi bumil.

 

Tata cara pelayanan program gizi

Sasaran yang mendapat pelayanan di Pojok Gizi adalah yang dirujuk dari bidan atau KIA atau dari BP (untuk kasus diabetes mellitus, hypertensi, maupun typhus).

 

D.   Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

Sasaran program tergantung masing-masing penyakit atau program yang termasuk P2P

1.  Program Imunisasi

Sasaran :

  • Bayi 0-1 tahun untuk BCG, DPT 4X, Polio 4 X, Campak, dan Hepatitis B 3 X.
  • Bumil untuk TT 2 X ( bila belum TT capeng atau long life).
  • Capeng 2X.
  • WUS sesuai alokasi program.
  • Anak Sekolah :
    – SD Kelas 1 untuk DT 1X dan Campak 1X
    – SD Kelas 2 dan 3 untuk TT 1 X.

Semua jenis imunisasi bisa didapatkan baik di Puskesmas Induk maupun Pustu (Puskesmas Pembantu), kecuali untuk anak sekolah dilakukan di sekolah masing-masing.

 

2.P2 Diare

Sasaran : Pasien yang datang dan masyarakat binaan

Bentuk Pelayanan :

– Pengobatan bagi pasien yang berobat

– Penyuluhan perorangan atau peyuluhan kelompok di posyandu.

 

3. P2 TB

Sasaran : Pasien yang datang & masyarakat binaan

Bentuk pelayanan :

–          Penemuan secara dini dengan passive promotive case finding artinya bila ada pasien dengan gejala suspek, maka dilakukan pemeriksaan proaktif untuk menemukan kasus Tb Paru

–          Pemeriksaan penunjang untuk diagnosa adalah dengan pemeriksaan sputum S-P-S ( pemeriksaan dahak penderita sebanyak 3 X, yaitu sewaktu, pagi dan sewaktu berikutnya ). Tapi untuk pemeriksaan sputum ini Puskesmas Klampis Ngasem hanya melakukan fixasi saja, sedang pembacaan preparat yang mengetahui pasien BTA + atau BTA – harus dirujuk ke PRM ( Puskesmas Pucang Sewu ) yang tentu saja memerlukan waktu ± 1 minggu

–          Pengobatan bagi penderita Tb bisa dilakukan di Puskesmas sesuai hasil pemeriksaan, setelah mendapat OAT ( Obat Anti Tuberkulosis ) dari DKK. Ini juga perlu waktu, sebab pengambilan obat di DKK juga tergantung petugas pengelola program Tb di Dinas.

4. P2 DBD

Ä  Sasaran : Pasien yang datang dan masyarakat binaan

Ä  Bentuk Pelayanan :

–          Penemuan secara dini : bila ada gejala suspek dilakukan test RL ( Rumple Lead ) dan dimotivasi untuk pemeriksaan darah (pemeriksaan trombisit bisa di puskesmas klampis ngasem atau laboratorium luar).

– Pelayanan bila ada kasus + DBD dari laporan masyarakat adalah :

– Minta hasil pemeriksaan Lab untuk mengetahui kepastian

diagnosa dari hasil pemeriksaan thrombosit dan PVC nya.

– Melakukan PE ( Penyelidikan Epidemiologi )

– Mengusulkan kebutuhan bahan untuk fogging fokus

– Menyampaikan informasi ke RT/RW rencana palaksanaan

fogging fokus.

–          Peyuluhan masyarakat melalui gerakan 3M ( Menguras, Menutup &

Mengubur ) dalam rangka PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk )

–          PJB ( Pemeriksaan Jentik berkala ) dirumah-rumah, sekolah dan

Institusi lain.

 

5. P2 Kusta

Ä  Sasaran : Pasien & Masyarakat Binaan

Ä  Bentuk Pelayanan :

–          Penemuan kasus secara passive bagi pasien yang datang dengan

Kelainan kulit

–          Penemuan kasus secara aktif melalui pemeriksaan anak sekolah

–          Pengobatan program bila ditemukan kasus.

6. Diabetes Mellitus

Ä  Sasaran : pasien dan masyarakat binaan

Ä  Bentuk Kegiatan :

–          Penjaringan kasus resiko tinggi melalui pemeriksaan gula darah

–          Pengobatan bagi kasus yang ditemukan, termasuk pengetahuan diet di Pojok Gizi.

–          Penyuluhan kelompok untuk pengenalan gejala – gejala diabet di kelompok Usila & PKK

7. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Ä  Sasaran : pasien dan masyarakat binaan

Ä  Bentuk pelayanan :

–          Penjaringan kasus dari pasien yang beresiko melalui pengukuran tekanan darah

–          Pengobatan bagi kasus yang ditemukan

–          Penyuluhan kelompok untuk pengenalan gejala & pembinaan

 

E. Upaya Pengobatan

Ä  Sasaran :

–  Masyarakat binaan dan luar wilayah binaan yang    membutuhkan pelayanan pengobatan

 

–          Tempat Pelayanan :

– Puskesmas Induk dan 2 Pustu serta Pusling di Mleto

–          Hari Pelayanan :

– Untuk Puskesmas tiap hari Senin s/d Sabtu kecuali hari libur        Nasional.

–          Jam pelayanan Pagi hari : Senin s/d Kamis : 07,30 s/d 14,30

Jum´at                : 07,30 s/d 11.30

Sabtu                   : 07,30 s/d 13.00

 

F.  Upaya Kesehatan Lingkungan.

Ä  Program

  1. Penyehatan Lingkungan Perumahan

–          Bentuk pelayanan yang diberikan adalah : melakukan pemeriksaan perumahan & lingkungan dengan menggunakan kartu rumah

  1. Pengawasan Sanitasi tempat – tempat Umum

–          sasaran :

– Kolam Renang

– Masjid, Gereja

– Pasar

– Rumah Sakit

–          Bentuk pelayanan yang diberikan adalah :

– Melakukan pemeriksaan pada tiap-tiap TTU berdasar format inspeksi sanitasi

– Pengambilan & pemeriksaan, kualitas air ( khusus kolam renang ) sebanyak 2X/Thn

  1. Penyehatan Makanan & Minuman

–          Sasaran :

– Industri Makanan

– Kantin Sekolah

– Pedagang Kaki Lima

–          Bentuk Pelayanan yang diberikan adalah :

– Pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan ( sesuai dengan alokasi dana )

– Melakukan pemeriksaan pada masing-masing sasaran dengan menggunakan formulir pemeriksaan.

  1. Penyehatan Tempat Pengolahan Pestisida ( TP2 ) di Puskesmas Klampis Ngasem tidak melaksanakan kegiatan TP2 sebab tidak terdapat unit usaha pengedar pestisida.
  2. Penyehatan Air Bersih

–          Bentuk Pelayanan :

– Pengambilan dan pemeriksaan kualitas air bersih ( PDAM ) di masyarakat ( sesuai alokasi )

– Malakukan kegiatan inspeksi sanitasi pada sarana air bersih.

  1. Penyehatan dan Pengaman Limbah

–          Sasaran :

– TPS ( Tempat Pembuangan Sampah )

– SPAL ( Saluran Pembuangan Air Limbah )

– Jamban

–          Bentuk Pelayanan :

– Melakukan pengukuran kepadatan vector lalat di TPS ( sesuai alokasi )

– Melakukan pengendalian vector dengan cara penyemprotan di TPS.

– Melakukan pemeriksaan SPAL + Jamban dg kartu rumah

 

G.  Upaya Kesehatan Sekolah

Ä  Sasaran :

–          Semua sekolah SD,SMP dan SMA yang ada diwilayan binaan termasuk siswa didiknya

Ä  Bantuk Kegiatan :

–          Penjaringan kesehatan siswa Kls I SD,SMP dan SMA. Setiap awal tahun ajaran baru

–          Pemberian imunisasi campak ( bias campak ) untuk Kls I saja setiap tahunnya.

–          Bias DT & TT pada bulan Nopember untuk siswa Kls I ( DT ) dan Kls II – III ( untuk TT )

–          Pemeriksaan berkala sesuai alokasi dana

–          Pengobatan siswa yang dirujuk ke Puskesmas

–          Membina kebersihan lingkungan ( dengan PJB )

 

H.  Upaya Kesehatan Gigi & Mulut

Ä  Sasaran kegiatan :

–          Masyarakat Umum

–          Apras dan anak usia sekolah SD

–          Bumil

Ä  Bentuk Pelayanan :

–          Pembinaan kesehatan Gigi di TK ( Penyuluhan dan pemeriksaan )

–          Pembinaan dan bimbingan sikat gigi massal di SD

–          Pemeriksaan dan perawatan ( tindak lanjut ) siswa SD wilayah binaan

–          Pelayanan pengobatan kesehatan gilut bagi penderita ( masyarakat ) di Puskesmas Induk ( setiap hari ) dan Pustu ( seminggu 2 X )

–          Pemeriksaan kesehatan gilut bagi bumil ( rujukan dari KIA )

I.  Upaya Kesehatan Usia Lanjut.

Ä  Sasaran : Usia > 50 tahun

Ä  Bentuk kegiatan :

Pembinaan kesehatan di Posyandu usila. Saat ini ada 6 posyandu usila yang terbentuk, tersebar di semua wilayah kelurahan binaan puskesmas klampis ngasem. Ini semua tidak lepas dari peran serta masyarakat yang peduli terhadap kesehatan para lansia.