19 Aug
2013

Tangani Gizi Buruk Dengan PMBA

Surabaya, eHealth. Balita gizi buruk sering kali terjadi setelah pemberian ASI eksklusif, yaitu usia 6 bulan ke atas. Pada usia itu bayi harus terpenuhi gizinya dengan makanan tambahan  atau yang di sebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Namun yang terjadi bayi tidak mendapatkan asupan MP-ASI yang cukup karena terkendala berbagai hal.

Salah satu kendala yang di hadapi para ibu saat memberikan MP-ASI yaitu anak susah makan, makanan yang kurang bervariasi serta pengolahan MP-ASI yang kurang cukup gizi. Sehingga Balita jatuh pada gizi buruk.

Untuk mengatasi terjadinya gizi buruk yang terjadi itu, Dinas Kesehatan yang bekerjasama dengan Wahana Visi (WAVI) mengadakan Sosialisasi dan Kalakarya Program Pemberian Makanan Bagi Bayi dan Anak (MPBA) bagi tenaga kesehatan Puskesmas se-Surabaya, di Gudang Farmasi Kesehatan (GFK) Jl. Rungkut Asri Utara. Sosialisasi akan berlangsung selama tiga hari kedepan

Mereka di berikan pelatihan dengan metode bermain kelompok oleh dr. Yoselina, tujuannya agar para peserta mengenal lebih akrab dan memudahkan dalam penyerapan materi yang disampaikan. Materi yang diberikan yaitu pentinya PMBA, kepercayaan sekitar menyusui, bagaimana cara menyusui serta kepercayaan sekitar pemberian makanan pendamping ASI.

Dengan sosialisasi dan kalakarya PMBA itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar, dr. Kartika Sri Rejeki berharap bisa mengatasi gizi buruk di Surabaya. Serta para tenaga kesehatan Puskesmas yang sudah dilatih bisa menyampaikan kepada kader Posyandu sebagai tongkat estafet untuk menyampaikan kepada para ibu yang mengasuh anak-anaknya. (Ima)

 

 

Slideshow by webdesign