23 Dec
2011

Surabaya, eHealth. Puskesmas Tanah Kalikedinding kembali mengadakan pertemuan dan kegiatan yang menyangkut keselamatan kerja dengan menggandeng pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hal ini dilakukan setelah melihat adanya jumlah penurunan pekerja informal yang datang ke 6 Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Tanah Kalikedinding. Dengan adanya kegiatan keselamatan kerja, diharapkan akan tumbuh kesadaran betapa pentingnya keselamatan kerja terkait kesehatan.

Seperti diketahui, UKK adalah kegiatan pokok Puskesmas yang ditujukan terutama pada masyarakat pekerja informal di wilayah kerja Puskesmas dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja.

Namun, Kesadaran akan kesehatan pekerja informal khususnya di Usaha Kecil dan Menengah saat ini mengalami penurunan. Pasalnya, sang pemilik UKM kurang memperhatikan kesehatan dan keselamatan pegawainya.

Kepala Puskesmas Tanah Kalikedinding, dr. Maya Syahria Saleh, M.Kes menyatakan kendalanya adalah pemilik perusahaan kerap berasumsi waktu adalah uang. Dimana karyawannya mengeluarkan waktu meski datang sebentar untuk memeriksakan kesehatannya di Pos UKK.

Mantan Kepala Puskesmas Balongsari ini menambahkan, masih saja ada sebagian besar pegawai tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) seperti penggunaan masker untuk menghindari debu ataupun asap dari hasil olahan, sapu tangan, sepatu bot untuk melindungi kaki serta celemek untuk melindungi sekitar dada. APD tersebut selalu mereka abaikan karena kurangnya pengetahuan akan fungsi dan keamanan APD itu sendiri.

”Kebanyakan pegawai-pegawai UKM ini tidak memakai APD, padahal APD sudah dibagikan. Mereka memilih tak memakainya, alasannya merasa panas katanya,” ujar dr. Maya.

Kegiatan yang bertajuk Pertemuan UKK Pelayanan Kesehatan Sektor Informal yang dilaksanakan hari Jumat (23/12) ini diikuti perwakilan dari 146 RT dengan beberapa pengusaha kecil dan menengah, seperti pembuat kerupuk, pabrik plastik, pembuat gypsum, pengolahan ikan, percetakan, dan lainnya.

Selain pemeriksaan kesehatan rutin sebulan sekali di 6 Pos UKK yang tersebar di taip wilayah RW di Kelurahan Tanah Kalikedinding, UKK Puskesmas Tanah Kalikedinding juga mengajarkan bagaimana penggunaan P3K dan cara pemakaian serta pemanfaatan APD demi kesehatan pekerjanya.

Ia menuturkan, program UKK juga telah diterapkan dalam internal Puskesmas, dimana tiap Poli juga sudah ada penjelasan mengenai risiko yang menyebabkan gejala penyakit menular maupun seputar keselamatan dan kesehatan kerja. Misalnya saja, terlalu sering menggunakan komputer yang bisa menyebabkan radiasi-radiasi yang tidak baik bagi organ tubuh.

Memang, saat ini peran dari Puskesmas haruslah dijadikan sebagai Pusat Pengembangan dan Pembinaan Kesehatan Kerja yang mencakup pengembangan dan pembinaan kesehatan masyarakat pekerja informal yang dilaksanakan secara terpadu dengan menekankan pada pelayanan kesehatan kerja, keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan. (Ian)

Slideshow by webdesign