21 Aug
2015

Surabaya, eHealth. Sejak pukul enam pagi, ratusan orang berkumpul di halaman Balai Kota Surabaya untuk melaksanakan senam bersama. Beberapa kelompok lainnya menyiapkan diri untuk mengikuti berbagai lomba permainan tradisional yang untuk kali kedua di Bulan Agustus ini diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.

foto 1

BERSIHKAN LUKA: Bayu, perawat TGC dari Puskesmas Mulyorejo saat membersihkan luka di kening yang dialami bu Mufida setelah terjatuh saat mengikuti lomba di halaman balai Kota Surabaya, hari Jumat (21/08/2015). /And

Selain senam pagi bersama, jenis permainan yang dilombakan pun bermacam-macam, mulai yang bersifat individu maupun kelompok. Seperti lomba tarik tambang, memasukkan bola ke gawang dengan terong, membawa tampah diatas kepala, memasukkan paku dalam botol secara beregu, hingga lomba memasukkan belut dalam botol.

Namun di balik ramainya kerumunan orang yang mayoritas adalah karyawan SKPD di lingkungan Pemkot Surabaya, hari Jumat (21/08/2015), ada dua tim kecil yang berjaga di sisi barat dan timur halaman balai kota. Tim tersebut tidak ikut dalam euforia ratusan orang lainnya yang mengikuti segala macam lomba untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 70 ini.

Meski terkesan santai, namun mata mereka tak berhenti mengawasi suasana lomba. Jika ada peserta lomba yang tiba-tiba sakit maupun mengalami insiden jatuh, tim ini langsung bertindak untuk memberikan pertolongan pertama.

Kedua tim tersebut adalah Tim Gerak Cepat (TGC) dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Tim ini memang bertugas di setiap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Surabaya maupun kegiatan masyarakat umum yang memang membutuhkan bantuan TGC sebagai langkah antisipasi apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Dalam hal ini termasuk juga kegiatan lomba yang dilaksanakan rutin satu tahun sekali ini. Meski para peserta tampak bersenang-senang mengikuti setiap jenis lomba, namun risiko terjadinya kecelakaan tetap ada, karena memang membutuhkan aktifitas fisik yang lumayan menguras tenaga, dan juga struktur tanah yang berupa aspal. Jika ada peserta yang jatuh ke aspal bisa menimbulkan luka di tubuh.

Kali ini, dua TGC yang bertugas berasal dari Puskesmas Ketabang dan Mulyorejo. Dalam satu tim terdapat empat orang terdiri dari satu dokter, dua perawat dan satu sopir ambulans.

Seperti yang diungkapkan dr. Devi Triarsi saat ditemui tim eHealth disela-sela bertugas sebagai TGC. Sampai akhir acara lomba, dokter bersama dua perawatnya dari Puskesmas Mulyorejo ini sudah menangani lima peserta lomba yang mengalami luka-luka akibat terjatuh. Kebanyakan luka lecet di bagian siku tangan maupun kaki.

Ada juga peserta lomba yang terluka di bagian kening dan tangan karena terbentur aspal akibat terlalu bersemangat mengikuti lomba memindahkan belut ke dalam botol hingga terpeleset. Peserta yang bernama Ibu Mufida ini langsung mendapatkan perawatan oleh TGC dan diberikan salep dibagian yang terluka. Beruntung, luka yang dialami oleh bu Mufida tidak terlalu parah sehingga diperbolehkan melanjutkan aktifitas kembali.

“Kita akan langsung merujuk ke RSUD Dr. Soewandhie jika ada pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan,” ujar dr. Devi.

Tak berselang lama sesuai merawat luka yang dialami bu Mufida, ada laporan dari warga jika ada peserta lomba di luar Balai Kota Surabaya yang membutuhkan ambulans untuk dirujuk ke RSUD Dr. Soewandhie karena mengalami luka yang agak parah. Tak membutuhkan waktu lama, TGC pun bergerak menuju ke lokasi yang dituju untuk menindaklanjuti laporan yang dimaksud.

“Jadi kita (TGC) harus siap siaga menerima laporan seperti ini (laporan dari masyarakat, Red) meski bukan di wilayah yang telah ditunjuk,” imbuhnya.

Sejak terbentuk tahun 2010, TGC Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus berperan aktif untuk menjaga kegiatan yang diadakan oleh pemerintah maupun masyarakat umum. Saat ini, seluruh Puskesmas di Surabaya memiliki satu TGC dibawah koordinasi dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. (And)

Slideshow by webdesign