11 Apr
2019

Surabaya, eHealth. Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus berinovasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Surabaya, salah satunya melalui pendekatan ke pesantren, yang mana adalah salah satu sumber pendidikan dan pengembangan diri generasi muda.

Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat (Promkes) Dinas Kesehatan Kota Surabaya bekerjasama dengan Seksi Pengendalian Penyakit (Surveillance) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan santri-santri di pesantren dengan cara mendirikan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), yang ditenagai langsung dari Puskesmas-puskesmas wilayah bersangkutan.

Sinergi ini ditujukan agar ke depannya ada pembinaan dan penyuluhan rutin seputar kesehatan dan penyakit di pesantren. Seksi Surveillance sendiri bertugas melakukan supervisi penyakit-penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) agar jika ditemukan kasus, maka dapat disembuhkan lebih dini; sementara Promkes memberikan aneka penyuluhan untuk perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pengurus, pengajar dan santri di semua pesantren Kota Surabaya harus dibekali ilmu tentang gizi seimbang, pola hidup GERMAS, kesehatan reproduksi, dan lain sebagainya, sebab pada beberapa pesantren yang ditemui masih ada yang mengalami kekurangan informasi terkait hal-hal tersebut.

Sebagai awal dari pembentukan kegiatan ini maka pada hari Kamis, 11 April 2019 diadakan pertemuan dengan Penanggungjawab Promkes dan Surveillance puskesmas di Graha Arya Satya Husada terkait validasi data Pondok Pesantren.

Diharapkan, derajat kesehatan pengurus, pengajar dan santri di pesantren Kota Surabaya mengalami peningkatan karena adanya sinergi positif dari bidang kesehatan yang terjun langsung ke lapangan.