05 Nov
2014

Surabaya, eHealth. Tri Mufariyanti merupakan salah satu kader terpilih yang berhasil melewati tes tulis pada Pemilihan Kader Posyandu teladan se-Kota Surabaya Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya dengan nilai yang memuaskan. Untuk melewati tahap selanjutnya, Tim Juri dari Dinkes berkunjung ke lokasi tempat Tri Mufariyanti mengabdikan diri sebagai kader Posyandu, yakni di Posyandu Kenanga, Putat Jaya, hari Rabu (05/11/2014).

IMG_3072eSaat kunjungan lokasi, tim juri mendapat sambutan hangat dari rekan-rekan Tri Mufariyanti yang juga sesama kader di Posyandu Kenanga. Dengan melihat peran Tri, begitu ia disapa, para juri bisa menilai apakah Tri layak menyandang predikat sebagai kader teladan.

Sehari-hari Tri adalah ibu rumah tangga dengan dua anak, meski sibuk sebagai ibu rumah tangga Tri masih menyempatkan diri untuk kerja sosial sebagai kader di Posyandu Kenanga. Kali ini, ketika saat penjurian, Tri memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu Balita terkait penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ia memberikan penyuluhan itu terkait Kelurahan Putat Jaya yang terdiri dari 15 RW dan 102 RT, merupakan wilayah yang banyak kasus DBD setiap tahunnya. Kelurahan Putat Jaya termasuk salah satu wilayah endemis DBD di Surabaya.

Tujuannya memberi penyuluhan tentang penyakit DBD agar masyarakat bisa terbebas dari DBD di wilayah Kelurahan Putat Jaya Surabaya, serta masyarakat juga diberdayakan untuk peduli terhadap kesehatan lingkungan sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan di Kelurahan Putat Jaya.

Dalam penyuluhannya, ia menekankan pada pelaksanaan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara menguras TPA (Tempat Penampungan Air) Setiap 3 hari, Menutup rapat TPA (Tempat Penampungan Air), Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan, melindungi diri dari gigitan nyamuk, abatisasi (menabur bubuk abate untuk TPA), ikanisasi (pemberian ikan pemakan jentik nyamuk di TPA).

Dengan seringnya memberikan penyuluhan itu, Tri mengatakan banyak manfaatnya. ”Kegiatan PSN ini dapat menangulangan penyebaran DBD dan bermanfaat bagi kebersihan lingkungan serta menghilangkan jentik nyamuk, sehingga bisa menekan angka kesakitan akibat DBD,” terang Tri.

Tri bersama rekan kader yang lain setiap Jum’at melakukan kegiatan ”Jum’at Bersih” dengan memeriksa semua rumah warga. Jika masih di dapat jentik nyamuk di TPA di rumah warga seperti kamar mandi maka diberikan ikan cupang sebegai predator pemakan jentik. Tak jarang juga para kader juga memberikan penyuluhan ditempat terkait penanggulangan DBD. Serta jika sudah terdapat kasus maka kawasan tersebut akan di-fogging.

Para juri yang datang ke Posyandu tidak hanya menilai kegiatan Tri di Posyandu saja, para juri juga melihat keseharian Tri ketika mengaplikasikan kepada keluarga kecil di rumahnya. Dengan memeriksa kamar mandi dan TPA apakah sudah bersih dari jentik, juga peranannya sebagai ibu rumah tangga apakah sudah memberikan gizi 4 sehat 5 sempurna dan bebas dari asap rokok. (Ima)