26 Jun
2018

Wakili Jawa Timur : drg. Anon Wijayanti (jilbab biru) bersama karyawan dan kader Puskesmas Made sedang memberi jawaban kepada tim juri dari Dinkes Provisnsi Jawa Timur saat melakukan kunjungan lapangan Penilaian Tenaga Kesehatan Teladan ke Puskesmas Made./Foto : Andi Sahrial.

Surabaya, eHealth. Bangga! Itulah yang dirasakan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya saat menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur perihal Pemenang Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Bagaimana tidak, tiga wakil tenaga kesehatan teladan dari Kota Surabaya menjadi pemenang dan dua diantaranya berada di peringkat pertama di dua kategori yang berbeda.

Para pemenang tersebut adalah drg. Anon Wijayanti dari Puskesmas Made yang menduduki peringkat pertama di kategori Dokter Gigi, Nella Febrilia Dhama dari Puskesmas Sidotopo yang juga menduduki peringkat pertama di kategori Ahli Tekhnik Laboratorium Medik, serta Sulistyowatiningsih dari Puskesmas Tenggilis yang menduduki peringkat ketiga di kategori Kesehatan Lingkungan.

Pengumuman daftar pemenang Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Provinsi Jawa Timur ini berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan nomor 424/7859/102.5/2018.

Dengan demikian, dua wakil Kota Surabaya yang berada di peringkat pertama berhak mewakili Jawa Timur berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Istana Negara dan juga berkesempatan untuk mengikuti upacara kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara bulan Agustus mendatang.

Dengan adanya dua wakil Kota Surabaya yang mewakili Jawa Timur sebagai Tenaga Kesehatan Teladan, diharapkan dapat memacu semangat bagi tenaga kesehatan lainnya di Kota Surabaya untuk meraih prestasi lebih baik lagi.

Dalam penilaian tenaga kesehatan teladan ini, para petugas kesehatan di Puskesmas dapat mengikuti penilaian yang dihelat setiap tahun ini yang dikoordinir oleh masing-masing Dinas Kesehatan yang berada di kota/kabupaten.

Untuk tahun ini, terdapat sembilan kategori yang dapat diikuti oleh petugas kesehatan, yakni kategori dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, nutrisionis, ahli tekhnik laboratorium medik dan kefarmasian. (And)