29 Jun
2018

Survey B3 di 13 Rumah Sakit di Kota Surabaya

Surabaya, eHealth. Kota Surabaya dan Kitakyushu menjalin hubungan yang sangat baik, salah satunya dalam hal pembangunan pengolahan limbah medis bagi penyedia layanan kesehatan seperti rumah sakit. Berikut catatan kunjungan mereka.

(Ki-ka:) Kabid Kesmas Dinkes Kota Surabaya drg. Yohana Sussie, Ms. Shiho Narita, penerjemah, Mr. Seichiro Ayabe, Kadinkes drg. Febria Rachmanita, dan staf RS PHC sedang melakukan survey pengolahan limbah medis di RS PHC Surabaya, Senin (25/06). /Fns

Delegasi dari Kota Kitakyushu—yang merupakan salah satu sister city Kota Surabaya—terdiri dari 2 orang yaitu Mr. Seichiro Ayabe dari Biro Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Kitakyushu dan Ms. Shiho Narita dari Nishihara Corporation. Kedatangan mereka selama 3 hari dari tanggal 25 Juni sampai 27 Juni 2018 ini bertujuan untuk melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) Pengolahan Limbah Medis di Kota Pahlawan.

Pada tanggal 25 Juni, delegasi Kota Kitakyushu terlebih dahulu berkunjung ke Kantor Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan diterima langsung oleh Kadinkes drg. Febria Rachmanita di Ruang Rapat Lantai 2. Kedua pihak mendiskusikan hal-hal terkait pengolahan limbah medis di rumah sakit-rumah sakit di Kota Surabaya.

Menjelang siang rombongan dari Kitakyushu didampingi oleh tim dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Cipta Karya berangkat mengunjungi berbagai rumah sakit untuk memulai studi kelayakan, diawali oleh kunjungan ke RS Premier, lalu RS Siloam, RS dr. M. Soewandhi, RS Mitra Keluarga Kenjeran, dan RS PHC.

Pada Selasa, hari kedua, rombongan melanjutkan FS di RSI Wonokromo, RS Darmo, RS William Booth, National Hospital, RS Bakti Dharma Husada, dan terakhir meninjau lokasi yang direncanakan akan menjadi lokasi pembuangan akhir limbah rumah sakit di Kecamatan Tambak Osowilangun.

Untuk hari ketiga, tim berkunjung ke RS Husada Utama, RSU Dr. Soetomo, dan diakhiri dengan RS St. Vincentius A Paulo (RKZ).

Pada setiap kunjungan, delegasi dari Kitakyushu melakukan survey dan mempelajari proses B3 (Produksi, Pemilahan, Pengumpulan) dan pengolahan limbah baik medis maupun nonmedis, didampingi langsung oleh Direktur Rumah Sakit yang bersangkutan. Setiap kondisi di lokasi dicatat secara detail dan komprehensif, agar tim dari Jepang dapat menciptakan sistem pengolahan limbah medis yang efektif di Kota Surabaya. (Fns)