25 Mar
2015

Surabaya, eHealth. Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya “jemput bola” melayani warga Kota Surabaya melalui program Bakti Sosial Kesehatan dan Pelayanan Terintegrasi. Untuk kali ini, kegiatan yang kini rutin diadakan setiap hari Rabu ini dipusatkan di Jl. Kramat, Kelurahan jajar Tunggal, Kecamatan Wiyung Surabaya.

CEK DARAH. Warga mendapatkan pelayanan cek darah gratis. /dot

CEK DARAH. Warga mendapatkan pelayanan cek darah gratis di Bakti Sosial. /dot

Seperti biasa, Wali Kota Surabaya Dr. HC. Ir. Tri Rismaharini, MT, hadir dan membuka kegiatan bakti sosial yang melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya ini.

Dalam bakti sosial yang diadakan hari Rabu (25/03/2015) ini, alumnus ITS kelahiran tahun 1961 ini menjelaskan peran serta instansi pemerintahan dalam upayanya memberikan pelayanan kepada warga, tidak hanya saat bertugas di bakti sosial saja, namun juga dalam agenda keseharian masing-masing.

Sebagai contoh, Risma menjelaskan Perijinan dan Dinas Kependudukan yang membuka layanannya di Gedung Siola hingga pukul 9 malam agar kebutuhan masyarakat terpenuhi. Juga, warga yang memiliki usaha kecil dan menengah disarankan agar mendaftarkan merk dagangnya agar orang lain tidak menggunakan nama yang sama, dan pendaftaran hak paten ini dibuka gratis di Dinas Perdagangan (Disperindag). Menurut data Kemenkumham, Surabaya menjadi kota nomor satu di Indonesia yang warganya mendaftarkan hak paten usaha masing-masing.

Di antara aneka layanan kesehatan tampak pula jajaran Puskesmas yang hadir mempromosikan layanan masing-masing, seperti Puskesmas Lidah Kulon yang mempromosikan layanan deteksi dini kanker leher rahim (serviks) melalui IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Cara ini lebih murah dan praktis dibanding papsmear.

Sementara itu, Puskesmas Jeruk bangga dengan layanan Pengobatan Tradisional (Battra) yang pelayanannya bervariasi, mulai dari akupuntur, akupressure, herbal sampai pijat bayi. Pengobatan tradisional bermanfaat sebab tidak mengandung bahan-bahan kimia namun memiliki sifat kuratif (menyembuhkan) yang sama besarnya. (Fns)