01 Aug
2017

Surabaya, eHealth. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan resmi mencanangkan gebyar imunisasi Measles Rubella (MR) dengan kegiatan apel bersama di lapangan Putro Agung, Kecamatan Tambak Sari, Surabaya, hari Selasa pagi (01/08/2017).

Wali Kota Surabaya, DR (HC) Ir. Tri Rismaharini, MT hadir dan sekaligus menjadi pemimpin apel Pencanangan Gebyar Imunisasi Measles Rubella di Kota Surabaya. Dalam apel tersebut juga hadir Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dr. Kohar Hari Santoso, Sp. An, KIC. KAP, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita, MA, perwakilan dari World Health Organization (WHO), Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Dr. Ikhsan, S.Psi, MM, Forum Pimpinan Daerah Kota Surabaya, dan juga Kepala Puskesmas se-Kota Surabaya.

Klik : Foto-foto Kegiatan Pelaksanaan Gebyar Imunisasi Measles Rubella Di Kota Surabaya 

Hadir pula ratusan peserta apel yang terdiri dari siswa SD dan SMP, Kader Posyandu, Puskesmas, Bunda PAUD/TK, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta Poltekkes Kemenkes.

Dalam arahan wali kota saat apel pencanangan imunisasi MR yang bertemakan “Surabaya Bebas Campak dan Rubella” ini, ia berpesan bahwa penyakit measles atau yang lebih dikenal dengan campak dan rubella ini sangatlah berbahaya karena dapat menyerang anak-anak dan juga orang dewasa bahkan dalam kondisi sehat sekalipun.

Perempuan yang pernah menjadi wali kota terbaik ketiga di dunia ini juga mengingatkan anak-anak agar tidak takut untuk di imunisasi karena penting untuk kesehatannya di masa depan.

Risma juga meminta kepada stakeholder terkait agar gencar mengkampayekan imunisasi MR kepada orang tua dan anak-anak.

“Sekali lagi saya mengingatkan bahwa imunisasi ini sangat penting, jangan ketika melihat anak sakit atau terindikasi virus Rubella pihak Puskesmas baru melakukan sosialisasi ke masyarakat,” ujar Risma.

Seusai apel, Wali Kota Surabaya bersama Wakil Wali Kota dan undangan menuju ke tenda tempat berkumpulnya anak-anak yang akan di imunisasi sebagai simbolisasi pelaksanaan imunisasi MR mulai dilaksanakan di Kota Surabaya. Risma menyemangati anak-anak yang akan diimunisasi tersebut dan memberikan pin serta bingkisan sebagai tanda sudah melaksanakan imunisasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita, MA mengatakan bahwa total seluruh anak di Kota Surabaya yang akan mendapatkan imunisasi MR sebanyak 590.921 anak. Dokter gigi yang akrab disapa drg. Feny ini menjelaskan anak yang dapat diimunisasi MR mulai usia sembilan bulan ke atas hingga 15 tahun.

Seperti diketahui, program imunisasi MR merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk mencegah penularan penyakit campak dan rubella. Dalam pelaksanaannya, program ini dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama di bulan Agustus dengan menyasar sekolah SD dan SMP, TK dan PAUD, dan tahap kedua pelaksanaan imunisasi MR menyasar ke Posyandu, Puskesmas, serta Rumah Sakit.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. (And)