22 Oct
2014

Surabaya, eHealth. Hari masih pagi, jam masih menunjukkan pukul delapan, namun pagi itu di sebuah rumah di RT 5 RW 3 Kelurahan Sambikerep sudah banyak orang yang datang di rumah tersebut. Sang pemilik rumah, Ibu Neti tampak tersenyum meski terbaring lemah di tempat tidurnya. Sesekali ia menyalami satu persatu orang yang hadir di rumahnya. Senyum yang mengembang di bibir ibu yang berusia 51 tahun ini seakan mengalahkan rasa sakit yang ia derita saat dirinya dikunjungi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita dan juga beberapa tenaga medis dari Puskesmas Made dan Lontar.

IMG_2355e

HOME CARE. Ibu Neti (51) tengah dirawat oleh tenaga medis Puskesmas Made untuk menangani luka yang dideritanya sebelum dirujuk ke RSU dr. Soetomo.(/and)

“Sekarang Ibu kami bawa ke (Rumah Sakit) Dr. Soetomo ya, bu, untuk pengobatan sakitnya ibu. Jangan pusing soal biaya, nanti kami (Pemerintah Kota Surabaya, Red) yang urus,” ujar drg. Feni –sapaan akrab Kepala Dinas Kota Surabaya- saat menjenguk Bu Neti.
Tawaran ini pun disambut anggukan oleh Bu Neti dan juga keluarganya sebagai tanda setuju. Sebelum dirujuk ke RSU Dr. Soetomo dengan ambulans Puskesmas, tim medis dari Puskesmas merawat luka di kaki yang dialami oleh Bu Neti akibat jatuh dan komplikasi Diabetes yang ia derita.

Tidak hanya itu saja, instansi pemerintah yang beralamatkan di Jl. Jemursari No. 197 Surabaya ini juga memberikan bantuan kursi roda gratis kepada Bu Neti. “Nanti kursi roda ini dipakai ibu (Neti, Red) untuk jalan-jalan di sekitar rumah. Jadi jangan tidur terus di tempat tidur, biar proses sembuhnya cepat,” nasihat drg. Feni kepada keluarga Bu Neti.

Memang, bukan tanpa alasan drg. Feni menjenguk Bu Neti ke rumahnya yang berada di daerah Kelurahan Sambikerep. Sudah dua tahun ia menderita kanker payudara hingga stadium empat dan sudah menjalani operasi dan enam kali kemoterapi di salah satu RS Swasta.

Kisah tentang Bu Neti pun sampai di telinga Wali Kota Surabaya Ir. Tri Rismaharini dari laporan kader Posyandu di Kelurahan Sambikerep saat wali kota perempuan pertama di kota pahlawan ini mengunjungi pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan dan Pelayanan Terintegrasi yang kali ini bertempat di Jl. Bungkal, Kelurahan Sambikerep Surabaya, hari Rabu (22/10/2014).

Mendengar ada warganya yang sakit, Risma langsung mengutus Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk melihat kondisi warganya dan langsung dirujuk ke rumah sakit jika memang dibutuhkan.

Tidak hanya Bu Neti saja, dalam bakti sosial ini, Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga merujuk tiga pasien lainnya ke RSUD Bhakti Dharma Husada. “Semua (biaya) ditanggung oleh Pemerintah Kota Surabaya,” ujar drg. Feni.

Bagi pasien yang dirujuk namun belum memiliki BPJS, pihak Dinkes juga memberi kemudahan untuk membantu menguruskan kartu BPJS yang saat itu juga membuka stan di bakti sosial kesehatan dan pelayanan terintegrasi tersebut.

Layani Penduduk Sambikerep

Program bakti sosial kesehatan dan pelayanan terintegrasi yang diadakan oleh Pemkot Surabaya untuk kali kesekian di tahun 2014 ini dipusatkan di Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Lontar, Surabaya.

Seperti bakti sosial sebelumnya, beragam pelayanan kesehatan tersedia disini, mulai dari pengobatan umum, pengobatan Lansia, laboratorium, screening kanker serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), pemeriksaan ibu hamil, donor darah hingga pelayanan KB MOP.

Selain pelayanan kesehatan, bakti sosial ini juga menghadirkan seluruh instansi yang ada di kota Surabaya, seperti Dispendukcapil, Dinas Pendidikan, Dinkominfo, Dinas Pertanian, Dispora, Dinas Koperasi, Disnaker, Dinsos, Dinas PU dan Bina Marga, Bappemas KB.

Setiap dinas yang membuka stan di program baksos ini melayani masyarakat berdasarkan tugas dan fungsinya masing-masing. Seperti Dinas kependudukan dan Catatan Sipil yang melayani administrasi kependudukan seperti akte kelahiran, E-KTP dan lainnya. Lalu Dinas Sosial yang menyosialisasikan pelayanan ambulans gratis untuk warga Surabaya, Dinas Pertanian yang menyediakan bibit tanaman untuk dibagi-bagikan kepada warga. “Jangan kuatir, semua pelayanan Pemkot pindah kesini, jadi tolong untuk benar-benar dimanfaatkan,” tukas Wali Kota Surabaya dihadapan ratusan warga yang hadir saat itu. (And)