11 Feb
2011

Surabaya, eHealth. Kebhinekaan dan persatuan. Suasana semacam inilah yang tergambar saat pelaksanaan Bakti Sosial pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan dini Kanker Leher Rahim untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2565/2011, hari Jum’at (11/2).

Mengambil tempat di Rumah Susun (Rusun) Sombo, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, ratusan orang penghuni Rusun yang terdiri dari 11 blok serta masyarakat sekitar Rusun ini mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Suasana penuh toleransi dan semangat pun seakan tercipta di Rusun ini.

Dengan tajuk “Perayaan Imlek Untuk Rakyat Sehat” acara yang diadakan oleh Sedoeloeran Soeroboyo dan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya ini dihadiri secara khusus oleh Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH yang juga didampingi oleh Kadinkes Kota Surabaya dr. Esty Martiana Rachmie, Asisten Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Edi Tur Winarto mewakili Gubernur Jawa Timur, Direktur RSU Dr. Soetomo dr. Slamet Riyadi Yuwono, Dr. DTM&H., MARS, Direktur Pelayanan dan Pengembangan Usaha RRI Adnan Iskandar, serta undangan yang lain yang memadati halaman Rusun Sombo ini.

Bakti sosial melalui pemeriksaan kesehatan gratis serta pemeriksaan dini Kanker Leher Rahim ini bertujuan untuk merayakan Tahun Baru Cina atau Imlek dengan cara yang tidak biasa. Jika biasanya Imlek dilakukan hanya oleh komunitas Tionghoa saja, namun kali ini dengan tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras, Sedoeloeran Soerabaya dan RRI Surabaya ingin mewujudkan semangat pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan membuktikan bahwa Imlek bisa dirayakan dalam bentuk apa saja.

Susunan acara yang dibuka oleh atraksi Reog Ponorogo dan Barongsai (yang melambangkan dua budaya yang bertemu atau kebhinnekaan Republik Indonesia) ini dimulai pukul 07.30 pagi dengan acara pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian sembako, yang berakhir pada pukul 11.00 WIB. Digawangi oleh dokter-dokter dari RSU Dr. Soetomo, Yayasan Pondok Kasih, dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, lebih dari 500 warga telah memeriksakan kesehatan mereka seperti Hipertensi, batuk pilek, hingga Diabetes.

Dalam kesempatan tersebut, Rotary Club, sebuah organisasi kemanusiaan memberikan sebuah mobile unit berwarna merah muda yang difungsikan sebagai tempat deteksi dini Kanker Leher Rahim.

Penyerahan mobile unit ini juga kerjasama dari berbagai perusahaan yakni Tabloid Nyata, Pakuwon Group, dan Wings Group. Hal ini merupakan wujud kepedulian dari berbagai perusahaan atas meningkatnya jumlah penderita Kanker Leher Rahim di Jawa Timur.

Mobile unit berjenis Mitsubishi Fuso ini dicat dengan motif bunga-bunga, yang merepresentasikan keanggunan, kecantikan, kekuatan dan ketahanan kaum wanita. Untuk dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai harapan, mobile unit ini diserahkan kepada tim See and Treat RSU Dr. Soetomo Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, diharapkan dapat menjangkau seluruh pelosok Jawa Timur.

Tidak hanya itu, pada kesempatan ini juga, Yayasan Pondok Kasih yang dipimpin oleh Hana Andalia Handayani membagi-bagikan kursi roda yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa dari kursi plastik biasa dan roda serbaguna untuk warga Rusun Sombo.

Menteri Kesehatan sendiri sangat mengapresiasi acara ini. “Inilah indonesia. Rukun, damai, tidak memandang agama, suku, tingkat pendidikan. Inilah yang sebenarnya disebut Bhinneka Tunggal Ika,” tutur menteri lulusan Harvard School of Public Health ini.

Pembangunan kesehatan, lanjutnya, tidak mungkin diselenggarakan hanya oleh Kementerian Kesehatan atau pemerintah saja. Namun sebaiknya juga dimulai dari jajaran kesehatan daerah, organisasi masyarakat, atau Lembaga Swadaya Masyarakat. Kanker itu sendiri, ujar dokter beranak tiga ini, bukanlah penyakit yang memilih-milih penderita. Siapapun bisa terkena penyakit ini, dan oleh sebab itu menteri yang menjabat sejak 22 Oktober 2009 ini pun berpesan agar kita semua bersama-sama menjaga kesehatan. Jika sudah didiagnosis terkena Kanker, maka sebaiknya ditangani sejak dini, sebab semakin dini pengobatan, semakin besar kemungkinan sembuh.(Fns)