02 Jul
2018

Surabaya, eHealth. Indonesia merupakan negara terbesar kelima dengan jumlah anak stunting di dunia. Jawa Timur sendiri adalah provinsi terpadat ke-2 di Indonesia dengan jumlah penduduk 40 juta jiwa dengan prevalensi stunting anak usia 0-59 bulan pada tahun 2017 adalah 26,9%. Hadirnya GAIN, lembaga nirlaba internasional non-pemerintah dari Swiss, bertujuan untuk mendukung Program Kerjasama Perbaikan Gizi Masyarakat.

Narasumber dari Dinkes Provinsi memberi paparan tentang rencana cakupan wilayah program Baduta dan EMO-DEMO pada Sosialisasi Baduta 02 di Ruang Pertemuan lantai 2 Gedung Siola, Senin (2/7). /Fns

Salah satu langkah yang dilakukan oleh GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) adalah melakukan kegiatan asistensi teknis, pelatihan, dan implementasi EMO-DEMO di Posyandu dan Taman Posyandu di 17 Kecamatan di Kota Surabaya. Tujuan tersebut diawali dengan sosialisasi Program Baduta 02 yang diadakan di Ruang Pertemuan lantai 2 Gedung Siola Surabaya pada hari Senin, 2 Juli 2018.

Program Baduta (Bayi Bawah Dua Tahun) dan EMO-DEMO (Emotional Demonstration) sudah diterapkan oleh GAIN per September 2017, dimana program ini menunjukkan hasil signifikan antara lain: menyusui dalam waktu satu jam sejak lahir, pentingnya pemberian ASI Ekslusif, dan anak-anak yang mencapai nilai keragaman diet lebih dari 4 kelompok makanan. Sesuai namanya, EMO-DEMO adalah kegiatan aktif berbasis pada perubahan perilaku pada kelompok masyarakat target (ibu hamil dan ibu menyusui), yang juga menerapkan Behaviour Communication Definition (BCD) yaitu proses komunikasi yang memanfaatkan secara langsung konstruksi psikologis individu dengan melibatkan perasaan, kebutuhan dan pemikiran.

Sosialisasi ini mengundang berbagai pihak terkait yaitu Dinkes Kota Surabaya, Bappeko, DP5A, Dispendik, Camat wilayah intervensi, Kepala Puskesmas wilayah intervensi, Direktur AKZI Surabaya, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), PERSAGI, IBI, PPPKMI, beberapa organisasi kemasyarakatan, dan Tim Penggerak PKK Kota Surabaya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menciptakan persepsi yang sama dari semua pemegang kepentingan terhadap program Baduta 02 dan adanya dukungan dari lintas sektor dan lintas program di jajaran Pemkot Surabaya serta organisasi-organisasi lainnya.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa, Dinkes Kota Surabaya dan dari GAIN, dan diakhiri dengan diskusi antar Kepala Puskesmas terkait rencana tindak-lanjut pengimplementasian program Baduta di wilayah masing-masing.  (Fns)