02 Feb
2018


Surabaya, eHealth.
Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit Difteri dengan mencanangkan program Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri tahun 2018. Pencanangan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya DR. (HC) Ir. Tri Rismaharini, MT ini dilakukan di Taman Bungkul, hari Jumat (02/02/2018) pagi.

Dengan mengusung tema “Wujudkan Surabaya Bebas Difteri,” kegiatan ORI Difteri ini rencananya akan melakukan gerakan imunisasi secara serentak untuk anak usia 1-19 tahun yang pelaksanaannya dilakukan di Puskesmas, Posyandu, PAUD, sekolah TK, SD, SMP, SMA hingga universitas.

(Klik: Foto-foto Kegiatan Pencanangan ORI Difteri Oleh Wali Kota Surabaya)

Wali Kota Surabaya dalam arahannya menyampaikan bahwa pencanangan ORI Difteri di Kota Surabaya adalah sebagai respon cepat Pemkot Surabaya dalam menghadapi kasus Difteri, khususnya yang terjadi di Surabaya.

Lanjut ia katakan, kesadaran tentang kesehatan dan kesejahteraan merupakan kesadaran komunal yang harus dimiliki setiap orang. Oleh karena itu, masyarakat harus mulai bergerak karena inisiatif, bukan hanya karena terikat peraturan yang ada. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menghimbau bahwa pentingnya imunisasi bukan hanya untuk kesehatan diri sendiri, akan tetapi juga kesehatan orang-orang di sekitar kita, sehingga sudah sewajarnya hal ini merupakan kepentingan bersama.

Usai dilakukan pencanangan, di lokasi yang sama, Risma bersama Forum Pimpinan Daerah Kota Surabaya melihat langsung pelaksanaan imunisasi kepada 18 orang dari balita, siswa SD, SMP, SMA, santri dan juga mahasiswa.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi bahaya dan pencegahan penyakit Difteri yang disampaikan oleh dr. Dwiyanti Sp. A (K). Dalam sosialisasi tersebut, dr. Dwiyanti menyampaikan berbagai hal terkait Difteri, mulai dari garis besar Difteri, angka kejadian, gejala, tanda khas pada Difteri hingga tingkat keparahan penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. (ditulis oleh: Nurizzah Marchia/ Malida Nurul Hidayah, editor: Andi Sahrial)