25 Sep
2011

Surabaya, eHealth. Masa remaja adalah masa penuh keingintahuan, sehingga banyak hal yang mereka coba hanya untuk menuntaskan rasa keingintahuannya. Namun, seringkali mereka salah mendapatkan informasi hanya karena mereka mendapatkan jawaban bukan dari orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Hal inilah yang menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, Puskesmas Medokan Ayu menggandeng Kelurahan Wonorejo membentuk Posyandu Remaja untuk memfasilitasi berbagai kegiatan remaja yang positif serta membentengi mereka dari berbagai informasi yang salah dan menyesatkan.

Digelar di Pendopo Kelurahan Wonorejo, hari Minggu, (25/9). Lurah Wonorejo H. Habib. S.Sos menyambut baik adanya Posyandu Remaja di lingkungan RW VII Kelurahan Wonorejo. Dalam sambutannya, ia menuturkan bahwa Posyandu Remaja tidak sama dengan Posyandu Balita maupun Lansia yang memang mengarah ke kesehatan.

Berbeda dengan Posyandu Remaja yang lebih mengedepankan pada pengembangan kegiatan yang bersifat dialog interaktif, dalam hal ini juga termasuk bidang kesehatan. Nantinya, di dalam Posyandu Remaja ini akan dilaksanakan pertemuan minimal satu bulan sekali dan nantinya aspirasi maupun keinginan para remaja akan ditampung serta dicarikan penyelesaiannya melalui pertemuan tersebut.

“Jika RW maupun ibu-ibu PKK telah rutin mengadakan rapat berkala, maka kini adik-adik remaja dan Karang Taruna RW se-Kelurahan Wonorejo nantinya bisa saling berkomunikasi dan juga keinginan para remaja nanti kami tampung. Kami juga nantinya mengundang semua elemen masyarakat dengan harapan bisa berjalannya Posyandu Remaja,” tukas Habib.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Medokan Ayu drg. Farida Ariati menuturkan bahwa untuk saat ini Posyandu Remaja masih dipusatkan di RW VII Kelurahan Wonorejo, hal ini dikarenakan adanya Balai RW VII yang berfungsi ganda sebagai Pos Kesehatan dan juga dijadikan sebagai base camp Posyandu Remaja. Selain itu kader Posyandu Balita wilayah RW VII Kelurahan Wonorejo juga didapuk menjadi kader Posyandu Remaja. Hal ini dikuatkan dengan adanya Surat Keputusan Kelurahan Wonorejo mengenai berdirinya Posyandu Remaja.

“Dalam kegiatannya, nanti kita juga akan bekerjasama dengan berbagai LSM untuk memfasilitasi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan remaja,” ujar drg. Farida yang berencana mengundang ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) untuk berbagi kisah dengan para remaja ini.

Sedangkan anggota dari Posyandu Remaja ini terdiri dari siswa SMP dan SMA. “Jika di luar (usia) itu kita tetap menerima. Kan kalau saat remaja sudah menginjak kuliah, kebanyakan waktunya tersita untuk kegiatan di kampusnya.”

Ia pun menuturkan, permasalahan utama yang dihadapi oleh generasi penerus bangsa ini adalah adanya keterbukaan informasi. Banyak media yang bisa didapatkan para remaja untuk mendapatkan segala bentuk informasi seperti internet. Tentunya media informasi tersebut memiliki sisi positif maupun negatif. Dari sinilah Posyandu Remaja memiliki peran aktif untuk menyaring serta mengarahkan remaja untuk memilih informasi apa yang berguna bagi dirinya.

“Salah satu progran Posyandu remaja ini yakni kita mengarahkan remaja untuk bersosialisasi dan berinteraksi terhadap lingkungan sekitar mereka. Jadi tidak hanya melalui media internet yang membuat ketagihan dan akhirnya menutup diri dari pergaulan sekitarnya,” imbuh wanita yang dinobatkan sebagai Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Kota Surabaya Tahun 2011 ini.

Dalam pembukaan ini juga dijadikan sebagai ajang untuk unjuk kreatifitas para remaja RW VII seperti penampilan Tari Reog Cemandi, Tari Modern, penampilan musik jalanan, hingga kerajinan tangan dan souvenir Wonorejo yang memang terkenal dengan Ekowisata Mangrove Wonorejo ini.

Konsultasi Psikologi Puskesmas Medokan Ayu

Sementara itu, sejak bulan Januari 2011, Puskesmas Medokan Ayu telah membuka layanan konsultasi psikologi. Hal ini disampaikan drg. Farida disela-sela peluncuran Posyandu Remaja. Menurut drg. Farida, pelayanan konsultasi psikologi buka setiap hari Senin sampai Kamis pada jam kerja. “Kalau hari Jumat dan Sabtu, kita turun ke lapangan berupa kunjungan ke rumah pasien (home care),” ujarnya.

Biaya konsultasi inipun sangat murah, yakni Rp. 2.500,- untuk konsultasi dan Rp. 5.000,- untuk biaya loketnya yang sesuai dengan Perda Kota Surabaya No. 5 Tahun 2010. “Bagi masyarakat pemegang kartu Jamkesmas ataupun masyarakat miskin kita bebaskan biaya (gratis),” tutur drg. Farida.

Ia menambahkan, layanan konsultasi psikologi ini tidak hanya sebatas untuk remaja saja, namun juga bagi masyarakat umum yang memiliki berbagai keluhan, baik penyakit maupun kejiwaan dapat berkonsultasi ke Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Medokan Asri Utara VI/31 ini dengan ditangani oleh Ayu Puspitaning Dyah, S.Psi sebagai psikolog Puskesmas Medokan Ayu.

“Jadi kita tangani semua keluhan pasien. Kita juga turun ke lapangan, termasuk kunjungan ke pasien paliatif,” ujar drg. Farida seraya tersenyum.(And)