15 Aug
2018

Melestarikan Budaya Minum Jamu di Masyarakat

Surabaya, eHealth. Tukang jamu gendong masih banyak mengais rezeki di Kota Pahlawan. Tekad mereka patut diapresiasi.

Salah satu peserta dari 39 peserta sedang meracik jamu beras kencur. /Fns

Untuk membina dan memberi penghargaan kepada tukang jamu gendong yang masih setia berkeliling menjajakan jamu tradisional di era modern seperti sekarang, Dinkes Kota Surabaya mengadakan Lomba Jamu Gendong.

Sebanyak 39 puskesmas ikut berpartisipasi mengirimkan perwakilan tukang jamu dari masing-masing wilayahnya.

Lomba yang dibuka langsung oleh Kasi Yansustrad drg. Verra Puspasari tersebut diadakan di Pusat Pengembangan Toga Kutisari, jalan Kutisari Indah Utara V/60. Dimulai pukul 8 dan diakhiri pukul 3 sore, lomba dibagi menjadi 3 gelombang.

Peserta diberi waktu 60 menit untuk meracik jamu dan 2 menit untuk memperagakan jamu gendongnya di depan para juri, yang mana para juri tersebut berasal dari TP.PKK Kota Surabaya, Poli OTI RSUD dr. Soetomo, dan Fakultas Farmasi Universitas Widya Mandala.

Diharapkan, para tukang jamu gendong dapat mengolah jamu dengan benar, menjadikannya salah satu upaya kesejahteraan keluarga, dan membudidayakan kebiasaan minum jamu gendong di masyarakat.