24 Aug
2016

Pengawasan KTR 1Surabaya, eHealth. Adanya wacana yang juga diikuti oleh pro kontra masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga rokok hingga 50 ribu rupiah ini tak menghalangi tim Kawasan Tanpa Rokok  Pemerintah Kota Surabaya untuk terus menegakkan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2008 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan kawasan Terbatas merokok (KTR dan KTM) ke sejumlah sarana kesehatan yang ada di kota pahlawan ini.

Seperti yang tengah dilaksanakan oleh tim KTR yang dikomandoi oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini yang mengunjungi beberapa sarana kesehatan, seperti tujuan pertama ke Puskesmas Ngagel Rejo, hari Rabu (24/08/2016).

Di Puskesmas yang beralamatkan di Jl. Ngagel Dadi III/17 Surabaya ini, tim langsung memeriksa sudut-sudut halaman Puskesmas, apakah ada sisa puntung rokok yang biasanya dibuang sembarangan atau diselipkan diantara pot tanaman. Selain itu juga, tim KTR juga memeriksa apakah di lingkungan Puskesmas juga telah menyediakan tanda atau rambu larangan merokok yang sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2008.

Saat melakukan pemeriksaan, tim masih menemukan satu dua bekas puntung rokok yang terbuang sembarangan di halaman Puskesmas. Hal ini menandakan masih ada orang yang merokok di lingkungan Puskesmas.

Oleh karena itu, tim bertemu langsung kepada Kepala Puskesmas Ngagel Rejo drg. Endang Susilowati untuk menyampaikan maksud kedatangan sekaligus menerangkan bahwa di tempat yang dipimpin nya masih ada sisa puntung rokok.

Kepala Puskesmas Ngagel Rejo yang akrab disapa drg. Endang ini pun berterima kasih atas apa yang disampaikan oleh tim KTR. Ia mengatakan bahwa pihak Puskesmas juga telah memasang tanda larangan merokok, namun masih ada saja pengunjung yang membandel untuk merokok, meski secara sembunyi-sembunyi.

Oleh karena itu, tim KTR yang dipimpin oleh Antonius Gempang Sumargo dari Dinkes Kota Surabaya ini memberikan saran agar memaksimalkan peran petugas jaga atau security juga petugas parkir untuk diberi tanggung jawab menegur pengunjung yang kedapatan merokok di areal puskesmas atau mempersilahkan keluar area puskesmas apabila tetap ingin merokok.

Tim KTR pun memberikan dua buah poster larangan merokok yang sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2008 berukuran A3 serta buku saku Perda No. 5 Tahun 2008 Tentang KTR dan KTM kepada drg. Endang untuk dipasang di areal Puskesmas Ngagel Rejo yang mudah dilihat oleh pengunjung maupun pasien puskesmas.

Seusai dari Puskesmas Ngagel Rejo, tim KTR yang berjumlah delapan orang terdiri dari Dinkes Kota Surabaya, Ikatan Alumni Kesehatan Masyarakat Jawa Timur, Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur, Universitas Nahdatul Ulama Surabaya dan Ikatan Apoteker Indonesia Kota Surabaya ini bergerak menuju sarana kesehatan lainnya, yakni Klinik Utama Ferina yang beralamat di Jl. Irian Barat No. 7-11 Surabaya.

Di klinik khusus fertilitas ini, tim KTR tidak menemukan bekas puntung rokok dan sudah ada tanda larangan merokok di setiap sudut tempat sehingga tim mengapresiasi atas apa yang telah dilaksanakan oleh Klinik Utama Ferina. Tak lupa tim juga memberikan poster larangan merokok untuk kemudian ditempel di tempat yang mudah dilihat pengunjung serta buku saku Perda No. 5 tahun 2008.

Pengawasan KTR 2Lanjut dari Klinik Utama Ferina, tim KTR melanjutkan ke Larissa Aesthetic Centre yang terletak di Jl. Residen Sudirman Surabaya. Di klinik khusus kecantikan ini tim KTR masih menemukan beberapa bekas puntung rokok di halaman klinik. Seperti halnya Puskesmas Ngagel Rejo, tim memberikan masukan kepada Larissa mengenai penerapan Perda KTR dan KTM ini.

Setelah Larissa Aesthetic Centre, tim juga bergerak menuju ke Klinik Diagnostik Sumbawa di Jl. Sumatera, RS Santa Melania di Jl. Tambaksari 7 Surabaya dan terakhir ke The Emdee Skin Clinic di Semolowaru.

Dari beberapa tempat tersebut, tim KTR menyimpulkan masih ada beberapa pengunjung sarana kesehatan yang masih belum sadar akan tempat-tempat yang termasuk dalam kawasan tanpa rokok dan masih merokok dengan bebas, sehingga peran aktif dari pemilik atau pengelola sarana kesehatan untuk giat menyosialisasikan KTR di lingkungan kerja nya dapat lebih ditingkatkan. (And)