19 Oct
2014

Surabaya, eHealth. Belasan karyawan Puskesmas Tanah Kali Kedinding bersama dengan puluhan karyawan RSU Dr. Soetomo, FK Unair dan juga karyawan PT. Sanofi berbaur menjadi satu untuk memberikan beragam pelayanan kesehatan gratis kepada lebih dari seribu warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tanah Merah, maupun masyarakat di sekitar Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya, hari Minggu (19/10/2014).

tes caption

TANGANKU BERSIH: Siswa SDN Tanah Kali Kedinding V mempraktekkan Gerakan Cuci Tangan bersama mahasiswa FK Unair dalam Baksos “Season of Solidarity”./and

Program bakti sosial pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Rusun Tanah Merah ini merupakan bagian dari bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari RSU Dr. Soetomo, Fakultas kedokteran Unair, dan juga PT. Sanofi yang bertajuk “Season of Solidarity.”

Bentuk pelayanan kesehatan yang terdapat dalam program bakti sosial kali ini adalah pelayanan kesehatan umum, screening Diabetes, gula darah, kolesterol, juga Posyandu dan screening Kesehatan Ibu dan Anak, donor darah, pemeriksaan gigi, screening deteksi Kanker Serviks dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan juga HIV dan AIDS. Selain itu juga terdapat penyuluhan kepada ibu-ibu seputar kesehatan ibu dan anak, juga pengenalan gerakan cuci tangan kepada siswa SDN Tanah Kali Kedinding V/579 yang disampaikan oleh beberapa mahasiswa FK Unair.

Tidak hanya itu saja, dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai jam enam pagi ini juga diisi kegiatan “Hijau dan Bersih” yaitu membersihkan lingkungan di sekitar Rusunawa Tanah Merah, juga kampanye pengurangan penggunaan tas plastik.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair Prof.Dr.dr. Agung Pranoto, MSc.Sp.PD-KEMD mengatakan, adanya kampanye pengurangan tas plastik ini juga terkait dengan kesehatan lingkungan. Karena secara tidak langsung, materi plastik yang memang tidak bisa diurai oleh alam ini akan menimbulkan dampak penyakit.

“Sebagian besar sampah yang dibuang berasal dari plastik, dan karena sifatnya (yang tidak bisa diurai) plastik yang dibuang sembarangan akan menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir, sehingga menimbulkan dampak timbulnya penyakit akibat dari banjir tersebut,” ujar dr. Agung.

Hal ini, lanjut dr. Agung, sejalan dengan misi FK Unair yang juga berupaya menjaga kesehatan dengan cara aktif untuk menjaga lingkungan. Karena ia menyadari bahwa beragam penyakit dapat dicegah dengan menjaga lingkungan.

Ia lalu mengungkapkan, pada 20 tahun yang lalu atau medio tahun 1990-an, jumlah penderita Diabetes di kota Surabaya sebanyak 1,4 persen, namun saat ini karena faktor lingkungan, pola makan, dan gaya hidup masyarakat Surabaya yang berubah, ada peningkatan penderita diabetes di Surabaya menjadi enam persen.

Dari data diatas, ia menunjukkan bahwa lingkungan berperan sangat penting terhadap kesehatan masyarakatnya. Rusunawa yang padat penduduk akan sangat rawan penyakit jika tidak dijaga dan dirawat lingkungannya. (And)