21 Nov
2017

Surabaya, eHealth. Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengantisipasi kasus terjangkitnya satu keluarga yang beralamat di jalan Dukuh Karangan Gang V, Kecamatan Wiyung yang diduga terjangkit penyakit Leptospirosis hingga menyebabkan Sukatono (49) sang kepala keluarga meninggal dunia pada hari Sabtu sore (18/11/2017).

Peristiwa yang akhirnya dilaporkan Ketua RT 10 RW 3 tempat korban tinggal ke Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini setelah mendapat laporan bahwa Sukatono dibawa ke Rumah sakit Wiyung Sejahtera karena mengalami penyakit yang tidak kunjung sembuh. Tidak hanya itu, Suparmi, istri Sukatono, bersama tiga anaknya juga mengalami gejala penyakit serupa.

Meski keluarga tersebut diduga terjangkit penyakit yang berasal dari bakteri leptospira, yang berasal dari kencing hewan, seperti tikus. Sampai saat ini Dinas Kesehatan Kota Surabaya menegaskan bahwa hasil pemeriksaan dari keluarga tersebut masih berupa dugaan atau suspect Leptospirosis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita saat mengunjungi rumah korban hari Selasa (21/11/2017).

“Setelah dilakukan tes cepat atau rapid test terhadap Suparmi dan hasilnya negatif. Namun untuk Sukatono masih suspect karena belum ada hasilnya. Butuh waktu tujuh sampai sepuluh hari untuk menyatakan positif atau tidaknya korban terkena penyakit ini,” ujar Kepala Dinas Kesehatan yang akrab disapa drg. Fenny ini.

Dalam intervensi Pemerintah Kota Surabaya terhadap kasus ini, warga yang tinggal di sekitar rumah Sukatono pun dilakukan pemeriksaan darah dengan metode Uji Leptospira. Hal ini dilakukan sebagai tindakan preventif kepada warga sekitar. Selain itu juga dilakukan penyuluhan ke warga dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya terkait penyakit yang memang sangat jarang terjadi di kota pahlawan ini.

Tidak hanya itu saja, Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya bersama warga langsung melakukan upaya melakukan pembersihan rumah yang didiami oleh Sukatono. Selanjutnya membongkar sarang tikus lalu diuruk dengan pasir dan pemasangan lantai keramik. Sebagai langkah inisiatif, Dinas Kesehatan Kota Surabaya juga membagikan puluhan perangkap tikus kepada warga RT 10 ini.

Ditularkan Melalui Urine Hewan

Penyakit Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan dari manusia ke manusia. Penularan penyakit ini jika dari hewan ke manusia adalah dari urine hewan tersebut. Kerena urine hewan tersebut mengandung bakteri leptospira kemudian tersentuh pada kulit manusia yang sedang terluka, baik luka besar maupun luka ringan atau ketika metabolisme tubuh manusia tersebut menurun maka sangat mungkin tertular.

Penyakit semacam ini jarang bisa dikenali. Karena gejala yang dialami mirip seperti demam pada umumnya. Selain demam penderita akan mengalami lemas, kulit akan berubah warna menjadi kuning seperti seseorag yang terkena penyakit kuning, mata berwarna kuning, mual, pendarahan, dan gangguan di ginjal. Bahkan jika seorang wanita hamil maka akan berisiko mengakibatkan keguguran.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya pun terus menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersihan masing-masing wilayahnya, apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.

Drg. Fenny menuturkan, Puskesmas dan kader kesehatan di Kota Surabaya secara rutin terus melakukan berbagai upaya terkait menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Seperti setiap hari Jumat kader dan pihak Puskesmas turun ke rumah warga untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk sebagai upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue. Namun, lanjutnya, kembali lagi ke kesadaran warga untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan masing-masing. “Kuncinya adalah menjaga kebersihan lingkungan,” pungkas drg. Fenny. (Azh/And)