18 Sep
2017

Surabaya, eHealth. Kota Surabaya menjalani verifikasi penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional Tahun 2017. Sebelum turun ke lapangan, tim verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional yang diketuai oleh Imran Agus Ali diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya Ir. Hendro Gunawan, Ketua Forum Kota Sehat Kota Surabaya dr. Oedojo Soedirham, MPH, MA, Ph.D beserta seluruh jajaran SKPD Kota Surabaya di Balai Kota Surabaya, hari Senin (18/09/2017).

Dalam sambutannya, Hendro Gunawan memaparkan sekilas tentang Surabaya kepada tim verifikasi, setelah itu dilanjutkan dengan paparan dari dr. Oedojo mengenai Forum Kota Sehat Surabaya yang anggotanya terdiri dari berbagai pemangku kebijakan di Kota Surabaya, mulai dari akademisi, praktisi maupun unsur lembaga masyarakat, dan juga perjalanan Kota Surabaya menuju ke kriteria kota sehat berdasarkan 8 tatanan dari 9 tatanan kota sehat.

Seusai diterima di Balai Kota Surabaya, tim verifikasi kota sehat tingkat nasional yang berjumlah lima orang dibagi menjadi dua tim kecil untuk mengunjungi beberapa tempat di Surabaya untuk melihat secara langsung kondisi lapangan.

Tujuan pertama tim 1 verifikasi kota sehat tingkat nasional yang dipimpin oleh Imran Agus Ali berkunjung ke SMPN 1 Surabaya. Di SMPN yang terletak di Jl. Pacar ini, tim verifikasi disambut dengan suguhan makanan “Ubi Suweg,” yakni makanan sebagai pengganti nasi yang kaya akan gizi dan serat.

Di sekolah yang rutin menerima berbagai penghargaan ini, tim verifikasi berkeliling untuk meninjau kantin sehat, ruang UKS, ruang prakarya siswa, hingga toilet pun tak luput dari pemantauan tim verifikasi.

Seusai mengunjungi SMPN 1 Surabaya, tim berlanjut menuju ke lokasi kedua, yakni SDN Kaliasin 1 yang terletak di Jl. Gubernur Suryo No. 26. Di sekolah yang menerapkan eco school ini, tim juga berkeliling untuk meninjau sarana dan prasarana sekolah, seperti ruang UKS, kantin sehat, Taman Obat Keluarga (Toga), dan Takakura.

Kunjungan tim 1 kota sehat tingkat nasional bergerak menuju ke lokasi ketiga, yakni Sentra Kuliner Ketabang, dan lokasi keempat di Kampung Wisata Sampah Mandiri Genteng Candirejo.

Dalam kunjungan ke Genteng Candirejo, tim dibuat terkesan dengan kondisi kampung yang berada di belakang jalan Tunjungan ini. Mulai dari adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, budidaya tanaman hidroponik, pembibitan ikan lele, nila dan ikan hias, produk olahan herbal, hingga perpustakaan.

Seusai dari Genteng Candirejo, tujuan selanjutnya adalah Kampung Lawas Maspati, Puskesmas Gundih dan kawasan eks. Lokalisasi Dolly yang sekarang “disulap” oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi kawasan sentra UMKM.

Tujuan akhir dari kunjungan lapangan verifikasi kota sehat tingkat nasional ini ke Kecamatan Sawahan untuk dilakukan evaluasi mengenai kegiatan yang berlangsung seharian ini. Tim 2 yang juga berkunjung ke berbagai tempat di Surabaya pun juga hadir untuk melakukan evaluasi dari hasil kegiatan hari ini.

Dari hasil evaluasi yang telah disampaikan oleh tim verifikasi kota sehat tingkat nasional, Pemerintah Kota Surabaya optimis bahwa kota pahlawan ini dapat meraih predikat Kota Sehat. (And)