22 Aug
2013

Surabaya, eHealth. Guna menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya manfaat pemberian ASI Eksklusif, Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengadakan sosialisasi motivator ASI sekaligus membentuk kelompok pendukung ASI (KP-ASI) yang dihelat di Pendopo Kelurahan Jambangan, hari Kamis (22/08/2013).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian ASI Ekslusif dari ibu untuk buah hatinya di Kelurahan jambangan yang juga sebagai program percontohan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tugas pokok KP-ASI dibentuk untuk memberikan nasihat praktis kepada ibu hamil atau menyusui beserta keluarganya tentang perawatan payudara, teknik dan cara menyusui yang baik dan benar. Manfaat  ASI dan menyusui secara ekslusif serta nasihat dan cara mengatasi permasalah waktu saat menyusui . Memberikan motivasi dan dukungan psikologis kepada ibu dan keluarganya sehingga mampu menimbulkan rasa peracaya diri pada ibu. Bertukar pengalaman dan berdiskusi, termasuk kunjungan rumah kepada ibu yang baru melahirkan terkait pemberian ASI.

Tugas pokok tersebut di tambahkan oleh fasilitator Edi Suroso dari Bidang Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jatim bahwa KP-ASI juga menuntun masyarakat supaya kerap melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pasca melahirkan.

Banyak manfaat yang diperoleh dari IMD antara lain menjaga suhu tubuh tetap hangat. Bayi mendapatkan cairan colostrum yang penting bagi kekebalan tubuh. Cairan tersebut mengandung sel darah putih dan anti bodi immunoglobulin yang membantu melapisi usus bayi. Melakukan IMD memudahkan rangsangan produksi ASI lancer, mempererat kasih sayang ibu pada bayi, bayi akan merasa tenang dengan adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu, dan juga pernapasan dan detak jantung lebih stabil.

Edi Suroso mengatakan, IMD di kalangan masyarakat ini masih minim. Apalagi pemberian ASI tak sampai di usia bayi sampai 6 Bulan “Saya harap IMD ini bisa membudaya di kalangan masyarakat. Kalau hanya sekedar menyusui sudah banyak. Tapi, memberikan ASI mulai dari awal yang dimulai dengan IMD secara dini terus menerus hingga 6 bulan ini jumlahnya masih sedikit,” pungkas Edi selepas memberikan materi kepada anggota KP-ASI sebanyak 20 orang.

Pembicara selanjutnya, Anas Buanasita, SKM. M.Sc fasilitator dari Akademi Gizi Surabaya ini mengamini tujuan KP-ASI bahwa ia mengibaratkan KP-ASI seperti tubuh manusia, tangan dan kaki kita. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu dukungan. Rasa dukungan ini mempengaruhi hormon oksitosin jadi lebih baik. Hormon inilah yang memicu lancarnya ASI. Cara memunculkan hormon oksitosin disebabkan munculnya rasa senang, nyaman dan semangat sang ibu ingin menyusui.

Memang, ada sebagian ibu muda melahirkan anak pertama kerap mengalami hal ini. Kata anas, utamanya dukungan dari suami, orang tua atau mertua memberikan motivasi supaya menyusui secara optimal. Nah, KP-ASI yang tersebar di RT RW dan kelurahan tugas pokoknya adalah memberikan motivasi ibu kembali kepada fitrahnya yakni menyusui, termasuk juga memberikan edukasi pada ibu hamil.

“KP-ASI juga diharapkan mampu membangun komitmen kepada ibu hamil agar melakukan penawaran langsung kepada petugas kesehatan pasca melahirkan, bahwa saya ingin menyusui jadi tolong saya,“ Kata Anas. “Kita sampaikan kepada ibu-ibu bahwasanya ia berhak menyusui.”

Masih ditempat yang sama, Epipahana Permusanti Boedhi selaku Ketua KP-ASI Kelurahan Jambangan menuturkan KP-ASI ini memiliki 20 anggota bisa lebih untuk dibina sebagai motivator yang diambil dari sebagian kader PKK, Posyandu, Lingkungan dan Lansia. Tak menutup kemungkinan para bapak diikut sertakan.

KP ASI juga dibentuk untuk memberikan edukasi pada ibu muda yang kerap lebih memilih cara instan dengan membeli susu formula daripada menyusui langsung. Sama halnya, mereka (ibu muda) lebih mementingkan pekerjaan daripada menyimpan ASI.

“Masih banyak ibu yang bekerja lebih pentingkan urusan kerja males menyimpan ASI-nya. Seringnya mereka memilih cara praktis. Di jaman sekarang inginnya instan, daripada repot mending kasih susu formula saja,” pungkas istri dari Lurah Jambangan ini.

Mengingat masih baru dibentuk, Ibu Epi berusaha memaksimalkan sosialisasi KP-ASI ini ke Posyandu dulu. Selanjutnya bisa door to door di wilayah masing-masing motivator. Namun, ia rencanakan bulan depan disosialisasikan di PKK, lantas tahapan berikutnya ke RT dan RW.

Sebagai penuutup Kegiatan KP-ASI ini bersama Dinkes Kota Surabaya beserta segenap kelurahan dan anggota KP-ASI menandatangani kesepakatan komitmen untuk menyusui dengan ASI. (Ian)