08 May
2014

Surabaya, eHealth. Kota Surabaya mendapatkan dua nominasi dalam Pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2014. Yakni nominasi dokter (medis) diwakili oleh Puskesmas Sememi dan perawat (paramedis) diwakili Puskesmas Peneleh. Dr. Lolita Riamawati dari Puskesmas Sememi terpilih sebagai nominasi dokter (Medis).

IMG_3744uInovasi dr. Lolita yang berjudul ”Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Pengendalian IMS dan HIV-AIDS di layanan Komprehensif Berkisinambungan Klinik Reproduksi Puskesmas Sememi” mampu mengantarkan dr. Lolita ke lima besar nakes teladan Tingkat Provinsi Jatim. Inovasi yang sudah dijalankan oleh dr. Lolita sangat dibutuhkan warga sekitar karena letak wilayah kerja Puskesmas Sememi yang memang berada di dua kawasan lokalisasi, yakni Klakah Rejo dan Moro Seneng.

Tujuan inovasi yang digulirkan oleh dr. Lolita yaitu untuk meningkatkan pengendalian IMS dan HIV-AIDS untuk keberhasilan dan berdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS serta menyediakan dan meningkatkan pelayanan klinik reproduksi dengan pelayanan terintegrasi satu atap secara berkisinambungan dan komprehensif.

Dr. Lolita terpilih sebagai lima besar dalam lomba pemilihan Nakes teladan dari 1400 dokter se-Jawa timur. dr. Lolita masuk ke lima besar dikarenakan mampu memberikan karya tulis ilmiah, presentasi success story serta kemampuan tentang pengetahuan kesehatan.

Namun pada penilaian lima besar tersebut, dr. Lolita akan dilihat dari enam segi. Seperti yang telah ungkapkan oleh tim ketua juri dr. Herlin Ferliana bahwa bobot penilaian lomba Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Jatim itu didasarkan pada enam komponen. Antara lain penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, tenaga pemberdayaan masyarakat, pemberi pelayanan kesehatan strata pertama, pegawai Puskesmas, tenaga kesehatan profesional, dan anggota masyarakat.

Para juri selain menjuri di Puskesmas juga akan mengunjungi tempat tinggalnya, tempat prakteknya dan masyarakat sekitar rumahnya. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dr. Lolita sebagai teladan di masyarakat.

Dr. Lolita dari Surabaya akan bersaing dengan empat Kota dan Kabupaten lain yaitu Situbondo, Pacitan, Lumajang, Ponorogo. Pada penilaian ini nantinya akan di ambil tiga Nakes nominasi dokter (medis) yang terbaik. ”Ketiganya akan memberikan presentasi kembali di Provinsi Jatim untuk diambil pemenangnya yang akan ke Jakarta untuk mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,” terangnya. (Ima)