07 Aug
2014

Edukasi Warga Agar Tertib dalam Kependudukan

Surabaya, eHealth. Bakti Sosial dengan Pelayanan Integrasi kali ini berlokasi di pemukiman warga Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, kota Surabaya, yang mana kurang lebih 1,000 orang dijadikan sasaran untuk pelayanan kesehatan gratis, yang diadakan hari Kamis, 7 Agustus 2014 mulai pukul 06.00 pagi WIB.

IMG_8295

Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini mendengarkan aspirasi warga di Kelurahan Wonokromo pada acara Bakti Sosial.(/and)

Pelayanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan umum, Lansia, gigi, ibu hamil, laboratorium (cek gula darah, kolesterol dan sebagainya), screening katarak, imunisasi, konsultasi dan promosi kesehatan dari Puskesmas Gayungan, Ngagel Rejo, dan Jagir, pelayanan KB, donor darah, dan pemeriksaan IVA.

Instansi lain turut berpartisipasi dalam integrasi berbagai pelayanan, yaitu dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Sosial, Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah, Badan Arsip dan Perpustakaan, Bapemas KB, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan, dan BPJS Kesehatan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Ir. Tri Rismaharini menjelaskan seputar kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sangat mudah untuk didapatkan warga Surabaya, yang biaya preminya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kota Surabaya. “Saya tidak mau ada keluhan lagi. Semua kartu jaminan kesehatan harap langsung diurus di BPJS,” kata Risma, panggilan akrabnya.

Terkait layanan yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Hasan, Kepala Bidang Catatan Sipil, mengimbau warga agar tertib mengurus akta kelahiran. Warga Surabaya telah diberikan banyak kemudahan dalam berbagai pelayanan seperti fasilitas umum, kesehatan, pendidikan, yang hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Surabaya. Sehingga sayang sekali jika pencatatan kependudukan tidak ditertibkan sejak dini. Tidak hanya kelahiran, tetapi juga catatan kematian. “Penduduk kota Surabaya kelihatannya saja banyak, padahal sebenarnya banyak yang sudah meninggal tetapi tidak dilaporkan, sehingga namanya masih tercantum di Kartu Keluarga,” jelasnya.

Sementara itu Dinas Sosial pun menjamin adanya ambulance gratis bagi warga Surabaya yang tersedia selama 24 jam setiap harinya. Warga cukup menghubungi nomor telepon (031) 5465777 untuk dapat langsung dijemput oleh ambulance. Semua pelayanan tersebut tidak dipungut biaya.

Baksos yang ditutup pukul 12 siang ini berhasil dikunjungi oleh kurang lebih 1,500 warga, yang mayoritas berkunjung ke pelayanan umum dan Lansia, namun tidak sedikit juga yang ingin mencari pekerjaan atau mengurus surat-surat kependudukan. (Fns)