13 Jul
2018

ASI Eksklusif sebagai Penentu Masa Produktif Kehidupan

Surabaya, eHealth. Maraknya berita miring tentang susu kental manis di kalangan masyarakat membuat Dinas Kesehatan Kota Surabaya tergerak untuk memberi pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana menghindari pengaruh negatif susu-susu yang banyak beredar dan berupaya mengedukasi warga untuk mulai mengkonsumsi ASI sebagai asupan eksklusif untuk bayi.

Edo R. Nurchakim (kiri) memberi pemaparan tentang pentingnya ASI eksklusif saat sesi talkshow di Radio Suara Surabaya, Jumat (13/7). /Fns

Talkshow di Radio Suara Surabaya 100.0 FM tersebut mengundang nara sumber dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya yaitu Umul Jariyah, S.Si, Apt. selaku Kepala Seksi Kefarmasian, Makanan dan Minuman dan Edo R. Nurchakim, S.Gz selaku Staf Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat. Turut mengundang Chairperson enciety Business Consult Drs. Kresnayana Yahya, MSc. yang telah banyak berkontribusi bagi edukasi pemberian gizi proporsional untuk masyarakat.

Dengan topik Sosialisasi ASI dan Susu Segar untuk Anak dan Balita, talkshow tersebut dikemas apik mulai pukul 8.30 hingga 10 pagi dipandu penyiar Restu Indah.

Dengan adanya talkshow ini diharapkan masyarakat mau mulai berpikir panjang mengenai tumbuh-kembang anak yang dimulai sejak anak masih di dalam kandungan, sebab 1000 hari pertama kehidupannya menjadi penentu masa produktif hidupnya. Setiap keluarga hendaknya mendukung para ibu untuk memiliki kesiapan dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Selain juga dapat menghemat pengeluaran yang sangat besar, juga bermanfaat membentuk imunitas, memberi kecukupan gizi, dan menjaga keutuhan fungsi seluruh tubuh anak dengan mengurangi, mencegah dan mengalihkan persoalan-persoalan risiko kesehatan.

Diperlukan adanya pemahaman tentang ASI eksklusif dan gizi berimbang supaya setiap anak menjadi pintar secara alami. Tidak ada obat untuk menjadikan anak pintar. Hanya berawal dari inisiasi ASI dan gizi berimbang secara proporsional, serta memberikan stimulan yang tepat untuk mengembangkan kepandaian anak. Sehingga dengan tercukupinya ASI eksklusif, anak akan terhindar dari meminum susu-susu lain seperti susu kental manis (yang mengandung bahan baku gula hingga 70%) dan menyebabkan anak menderita diabetes dini serta masalah-masalah kesehatan lainnya.

Susu kental manis tetap baik dikonsumsi anak selama sesuai porsinya dan tidak berlebihan (tidak setiap hari). Susu formula dan susu segar juga baik dikonsumsi sesuai anjuran porsi yang disarankan. (Fns)