13 Dec
2017

Surabaya, eHealth. Dinas Kesehatan Kota Surabaya kembali menerima kunjungan kerja dari daerah. Kali ini rombongan DPRD Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan berkunjung ke instansi yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari No. 197 Surabaya ini.

Kedatangan rombongan yang berjumlah 12 orang anggota DPRD dari kabupaten yang berdiri tahun 2003 hasil pemekaran dari Kabupaten Luwu Utara ini bermaksud untuk belajar mengenai pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kota Surabaya.

Rombongan ditemui oleh Kepala Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya dr. Mira Novia, M.Kes serta Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Kota Surabaya Hariyanto, SKM, M.Si. Dalam sambutannya, Hariyanto memperkenalkan profil Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan dilanjutkan dengan paparan dari dr. Mira terkait kebijakan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dalam pelaksanaan P4GN.

Dalam paparannya, dr. Mira mengatakan bahwa di Kota Surabaya masih belum ada Peraturan Daerah yang khusus membahas P4GN, namun sudah tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali) Surabaya No. 65 Tahun 2014 tentang Rencana Aksi Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Daerah Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran Gelap Narkoba Kota Surabaya.

Lanjut ia katakan, adanya Perwali No. 65 Tahun 2014 ini bertujuan untuk membebaskan dan membersihkan lingkungan masyarakat dan seluruh warga Surabaya agar terhindar dan pulih dari peredaran gelap Narkoba.

Berbagai langkah dilakukan dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkoba dengan menggandeng berbagai lintas sektor, mulai dari Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya, Dinas  Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), kejaksaan dan juga Polri.

Terdapat empat program dalam P4GN, program pertama adalah Pencegahan dengan cara melakukan sosialisasi tentang bahaya Narkoba, pembentukan tim sebaya, memberikan pelatihan untuk mecegah peredaran narkoba, hingga membentuk kader dan kampung anti narkoba.

Yang kedua adalah pemberdayaan dengan cara memperkuat masyarakat untuk pengawasan peredaran barang-barang yang mengandung narkoba dengan sasaran 80% masyarakat berperan aktif dalam kegiatan P4GN.

Ketiga adalah Program Rehabilitasi dengan cara melakukan pembinaan dan kegiatan perawatan kesehatan fisik, mental sosial dan spiritual bagi pengguna narkoba yang menginingkan rehabilitasi hingga memberikan pelatihan bagi modin untuk perawatan jenazah korban Napza.

Dan keempat adalah Program Penindakan dan Pemberantasan Narkoba dengan melakukan operasi Razia/trafikking, sidak ke tempat hiburan umum, operasi yustisi yang bekerjasama dengan BNNK, Kejaksaan dan Polri.

Sementara itu, Ketua Rombongan DPRD Kabupaten Luwu Timur Aris Situmorang, SE mengapresiasi atas apa yang telah dijelaskan oleh pihak Dinkes Kota Surabaya terkait P4GN. Sedianya, Kabupaten Luwu Timur akan menyusun Raperda tentang P4GN, oleh karena itu DPRD Kabupaten Luwu Timur bertandang ke Surabaya untuk belajar mengenai pelaksanaan P4GN.

Seusai sesi diskusi berakhir, kedua pihak lantas saling memberikan cinderamata berupa logo masing-masing daerah sebagai tanda keakraban. (And)