07 Dec
2016
Lombok Barat 1

Belajar Akreditasi : Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita saat menjelaskan proses akreditasi kepada rombongan dari Dinkes Kabupaten Lombok Barat. /Foto : Andi Sahrial.

Surabaya, eHealth. Proses penilaian akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kategori Puskesmas di Kota Surabaya terus menarik minat daerah lain untuk berkunjung dan belajar. Kali ini Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat bertandang ke Dinkes Kota Surabaya untuk sharing ilmu mengenai pelaksanaan akreditasi Puskesmas, hari Rabu (07/12/2016).

Rombongan yang hadir di ruang rapat lantai dua gedung Dinkes Kota Surabaya ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, drg. Febria Rachmanita. Dalam sambutannya, drg. Fenny –sapaan akrab drg. Febria Rachmanita- menceritakan secara garis besar bagaimana proses pelaksanaan akreditasi Puskesmas yang ada di Kota Surabaya.

Kadinkes Kota Surabaya menuturkan, sudah ada 18 Puskesmas yang telah menjalani akreditasi dari 63 Puskesmas yang ada di kota pahlawan ini. Dan dari 18 Puskesmas tersebut, 10 Puskesmas telah mendapatkan status akreditasi dari Komisi Akreditasi FKTP Kementerian Kesehatan RI.

Dalam proses penilaian akreditasi Puskesmas ini, lanjut drg. Fenny, kerjasama dengan lintas sektor sangatlah penting. Ia mencontohkan adanya gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) tidak hanya dilakukan oleh Puskesmas saja, namun juga pihak kelurahan maupun kecamatan yang turun tangan langsung untuk menggerakkan masyarakatnya dalam program pencegahan penyakit demam berdarah dengue tersebut.

Sementara itu, paparan materi dilanjutkan oleh Kepala Bidang Pengembangan SDM Kesehatan Dinkes Kota Surabaya drg. Yohanna Sussie Emissa. Dalam  materinya, wanita yang akrab disapa drg. Susi ini menyampaikan roadmap akreditasi Puskesmas di Kota Surabaya mulai tahun 2015 sampai tahun 2017 mendatang.

Ia pun menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan oleh Puskesmas yang akan menjalani akreditasi, mulai dari persiapan kelengkapan dokumen, adanya penandatanganan komitmen menyukseskan akreditasi, baik dari internal Puskesmas hingga komitmen lintas sektor, hingga adanya pendampingan persiapan akreditasi.

Tidak hanya itu saja, drg. Sussie yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan SDM Kesehatan Dinkes Kota Surabaya Hariyanto, SKM menjabarkan pelaksanaan akreditasi selama tiga hari di Puskesmas, mulai dari telusur dokumen hingga wawancara dengan lintas sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M.Kes yang juga sebagai ketua rombongan mengapresiasi Dinkes dan juga Puskesmas di Kota Surabaya mengenai pelaksanaan akreditasi Puskesmas.

Ia menuturkan, selain berkunjung ke Dinkes Kota Surabaya, rombongan juga berencana akan berkunjung ke Puskesmas Sememi untuk belajar langsung mengenai proses akreditasi.

Lombok Barat 2

Kenang-kenangan : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M.Kes menyerahkan cinderamata kepada Kadinkes Kota Surabaya drg. Febria Rachmanita. /Foto : Andi Sahrial.

Puskesmas Sememi menjadi tempat jujugan belajar dikarenakan Puskesmas yang berada di Kecamatan Benowo ini telah menyandang status akreditasi Paripurna.

Dalam kunjungannya ke kota pahlawan ini, Kadinkes mengajak serta 17 Kepala Puskesmas se-Lombok Barat untuk belajar bersama-sama. Hal ini karena Puskesmas di Lombok Barat juga tengah menjalani akreditasi Puskesmas. Dari 17 Puskesmas dari daerah yang terkenal akan obyek wisata Taman Narmada-nya ini, sudah sembilan Puskesmas yang telah menjalani penilaian akreditasi dan baru satu yang telah mendapatkan status akreditasi, yakni Puskesmas Gunung Sari. (And)