02 Feb
2015

Waspadai Demam Berdarah, Berantas Sarang Nyamuk

Surabaya, eHealth. Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Virus ini hanya dapat di tularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, melalui gigitannya. Penularan paling banyak terjadi di musim hujan.

Cara bekerja virus dengue seminggu setelah digigit nyamuk yang mengandung virus, seseorang bisa jatuh sakit atau tidak sakit tetapi namun tetap sebagai sumber berpenular bagi orang lain (carrier). Kurang dari tujuh hari setelah sakit penderita dapat meninggal dunia, bila tidak ditolong dengan cepat dan tepat.

Tiap 100 penderita ada 3 hingga 4 orang meninggal dunia. Penyakit ini dapat menyerang segala umur. Tiap 100 penderita, 80 orang usia muda anak-anak dan 20 orang dewasa.

Ciri-ciri nyamuk Aedes Aegypti yaitu badan dan kakinya berbintik hitam putih, hidup di daerah tropis, bertelur di air jernih dan mengigit pada siang hari.

Awal mula gejalanya demam dengue adalah demam, sakit kepala, kulit kemerahan yang tampak seperti campak, nyeri otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Pertama adalah demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

Ada 4 macam virus dengue; dengue tipe 1, dengue tipe 2, dengue tipe 3 dan dengue tipe 4. Sedangkan di Indonesia, virus dengue tipe 3 lah yang paling mendominasi. Dampak dari virus dengue dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler serta mengganggu sistem pembekuan darah. Hal inilah yang akan mengakibatkan pendarahan bahkan hingga kematian pada penderita penyakit DBD ini.

Untuk mencegah seseorang terkena virus dengue tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada.

Dengan langkah pencegahan itu, Surabaya bisa terbebas dari nyamuk demam berdarah. Pada musim hujan ini Surabaya melakukan pencegahan secara serentak dengan langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kegiatan ini dengan berpedoman pada Undang – Undang No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501/Menkes/per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Dengan itu maka dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk mewaspadai penyebaran penyakit DBD dengan melaksanakan. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) diseluruh instansi, kantor perusahaan, sekolah, pasar, hotel, tempat ibadah dan tempat umum lainnya secara rutin dan serentak dengan kegiatan 3 M PLUS.

1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum dan lain-lain setiap satu minggu sekali.
2. Menutup rapat tempat penampungan air, seperti gentong air/tempayan dan lain-lain.
3. Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

Salain itu ditambah (PLUS) dengan cara lainnya yaitu:

  • Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat-tempat lainnya yang sejenis setiap satu minggu sekali.
  • Memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar/rusak
  • Menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon, dan lain-lain dengan tanah dan lain-lain.
  • Menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida) di tempat-tempat yang sulit dikuras.
  • Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak-bak penampungan air (misalnya ikan cupang, ikan timah)
  • Memasang kawat kasa di jendela dan pintu rumah.
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
  • Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai.
  • Menggunakan kelambu pada saat tidur.
  • Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk (misalnya lotion dan obat semprot anti nyamuk.
  • Penanaman bunga lavender.
  • Membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk.

Selain langkah itu Pemerintah Kota Surabaya juga mengoptimalkan peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam pemantauan lingkungan dan penyebaran penyakit DBD di Lingkungan masing-masing. Kemudian jika ada yang sakit segera dibawa ke Puskesmas terdekat untuk pertolongan pertama atau melaporkan apabila ada warga yang terkena DBD. Serta dihimbau untuk membantu kelancaran kegiatan penyelidikan epidemiologi dan fogging/ULV yang dilakukan di wilayah setempat.

Gejala Demam Berdarah

Beberapa hal yang harus diwaspadai adalah gejala terkena DBD. Salah satu tandanya, panas badan mendadak tinggi (lebih dari 38 derajat celcius) selama 7 hari, tampak bintik-bintik merah pada kulit, kalau direnggangkan bintik merah lebih jelas, kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan).

Juga mungkin terjadi muntah dan atau berak darah, dengan berak berwarna hitam serta berbau amis,perdarahan di lambung juga menyebabkan nyeri di ulu hati dan mual, tekanan darah penderita turun, denyut nadi cepat dan lemah serta gelisah, sedangkan ujung kaki dan tangannya dingin berkeringat.

Hasil tes torniquet menunjukkan hasil yang positif, terjadi pendarahan yang petekia, purpura atau akimosis, Hematemeses, trombositomenia 100.000 per mm3 dan terjadi pembesaran pada plasma yang identik dengan kenaikan dinding pembuluh darah.

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk penderita DBD yaitu memberikan minuman sebanyak mungkin, kompres untuk menurunkan panas, memberikan obat penurun panas kepada penderita DBD dan membawa segera ke dokter apabila dalam tiga hari panas tak kunjung turun.

Demikian, dihimbau untuk warga Surabaya khususnya untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Karena itulah merupakan langkah awal mencegah terjadinya berbagai penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan. Serta berolahraga dan menjaga pola hidup sehat dan juga dianjurkan agar tubuh tetap dalam keadaan yang fit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. (Ima)