30 Jul
2019

Mandiri, Mulyorejo Bergerak Melaksanakan Emo Demo

Emotional Demontrasi telah dilakukan di kota Surabaya di 17 kecamatan yang terpilih sebagai wilayah intervensi. Dan menjadi PR bagi pemerintah Surabaya untuk 14 wilayah lainnya. Salah satunya adalah kecamatan Mulyorejo di Surabaya bagian Timur. Dimulai dari semaraknya informasi terkait Emo Demo di berbagai event pembangunan oleh Dinas kesehatan dan PKK, dilanjutkan dilatihnya perwakilan daerah intervensi untuk pelatihan di kantor PKK Kota Surabaya bersama tenaga kesehatan Mulyorejo mereka mengenal metode ini.

“Saya ingin setiap pelatihan yang didapatkan bukan hanya ilmu saja tetapi bagaimana ini juga ada wujudnya, mengapa hal yang baik tidak kita sebarkan. Kami yakin bisa meskipun tanpa bantuan pendanaan dari GAIN seperti yang lain. Semangat kami adalah agar anak-anak menjadi sehat dan menjadi generasi yang pintar di masa yang akan datang ,” kata bu Hanifah, perempuan cantik berkacamata yang merupakan Kasie Kesra kecamatan Mulyorejo.

“Saya merasa bahwa ilmu yang saya dapat akan lebih bermanfaat jika saya bisa menyebarkan dan membantu para kader posyandu, sebagai salah satu Master of trainer emo demo di Surabaya sudah seharusnya saya menbantu wilayah saya karena kebetulan buikan intervensi. Saya senang dengan bantuan teman teman MOT lainnya di 6 kelurahan Mulyorejo sudah bisa sama dengan wilayah lain. Setelah ini kami akan bersiap-siap belajar kembali tema selanjutnya yang akan difasilitasi oleh tim yang dilatih oleh Dinkes dan PKK,” kata ibu Sita Pramesti, satu dosen kalkulus di ITS.

Kecamatan ini memiliki masyarakat yang cukup jauh gap-nya, kelompok elite dan kelompok menengah ke bawah ada pula beberapa pendatang dari luar Jawa. Untuk perilaku terkait pemberian ASI esklusif dan PMBA masih perlu diperhatikan. Kedua perempuan ini ingin mengiatkan posyandu dengan metode yang memiliki manfaat bagi para ibu hamil dan ibu balita untuk persoalan gizi seperti wilayah intervensi.

Bersama kader PKK mereka memanfaatkan kegiatan penguatan kelembagaan, pengarusutamaan gender dan anak dengan sosialisasi Emo Demo untuk memancing ketertarikan para kader posyandu. Hasilnya di 6 kelurahan Kalijudan, Kalisari, Mulyorejo, Dukuh Sutorejo, Kejawan Putih Tambak, Manyar Sabrangan mengadakan pelatihan secara mandiri dan patungan bersama di kantor kelurahan masing-masing. Mulai 24 hingga 30 Juli pelatihan digelar untuk 123 kader posyandu di kecamatan Mulyorejo difasilitasi oleh MOT Surabaya modul tema 1; ASI saja cukup, siap bepergian, ikatan ibu dan anak. Semangat mereka diwujudkan dengan implementasi di posyandu mengunakan peralatan sendiri meskipun sederhana dan telah berjalan selama 3 bulan.

Sebagai puncak kemandirian mereka pada akhir September dalam pencanangan pelaksanaan kesatuan gerak PKK-KKBPK Kesehatan tahun 2019 diadakan lomba Emo Demo Siap Bepergian. Meskipun bukan daerah intervensi Mulyorejo telah menunjukan bahwa meskipun tanpa biaya hanya semangat ingin maju dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh didukung oleh Dinas kesehatan, PKK, DP5A dan GAIN kini Mulyorejo mampu mengintegrasikan metode Emo Demo di posyandu. Patut diacungi jempol untuk Mulyorejo, semoga apa yang telah mereka lakukan akan menginspirasi wilayah non intervensi untuk bergerak. Jer basuki mawa beyo, meskipun beberapa kegiatan memang membutuhkan anggaran tapi tidak menjadi penghalang bagi siapapun yang memiliki tekad untuk mengabdi kepada masyarakat. (oleh Wiwik Sulistyorini, Training Coordinator Surabaya GAIN Indonesia/Fns)