28 Oct
2019

Pos PAUD Kemuning berada di wilayah Perak Timur yang diketuai ibu Winarsih, kader aktif dengan usia 50 tahun. POS PAUD aktif Desember 2008. Selama ini kegiatan belajar berlangsung 3 kali dalam 1 minggu, pukul 7.30 sampai 10.00. Diawali dengan berdo’a bersama, belajar bermain dan jam 9 istirahat. Nah di jam inilah biasanya anak-anak makan bekal makanan atau camilan yang mereka bawa dari rumah. Biasanya camilan atau makanan yang menjadi bekal mereka adalah makanan dan camilan yang kurang sehat seperti Mie instan, minuman warna warni, ciki-cikian dll.

Sebagai kader Posyandu mulai bulan Oktober 2018 Bu Winarsih terpilih mewakili kelurahan Perak Timur sebagai TOT Emodemo yang diselengarakan oleh GAIN. Dalam pelatihan tersebut diajarkan berbagai penyampaian informasi dengan cara menarik dan menyenangkan dan yang lebih menakjubkan adalah mudah dipahami. Karena merasa ini sangat bermanfaat dan tidak akan menyinggung orang lain dalam penyampaiannya beliau merasa hal ini sangat tepat disampaikan kepada orang tua anak didiknya. Semua Modul emodemo beliau sampaikan kepada ibu-ibu wali murid yang lagi menunggui putra putrinya belajar di POS PAUD melalui kegiatan Bina Keluarga Balita. Dari sekian modul yang sudah disampaikan oleh bu Winarsih rupanya modul Porsi Makan dan Modul Camilan Sembarangan mengena bagi orangtua karena berkaitan dengan kebiasaan pemberian makan dan camilan oleh ibu kepada anak. Bagian permainan Emo demo yang mencampur camilan warna warni dan minuman instan langsung menimbulkan kesan jijik dari ibu dan anak. Ibu ibu merasa bahwa porsi makan anaknya yang selama ini belum benar, kemudian kesan jijik terhadap adukan ciki-cikian kemudian diperkuat keinginan ibu-ibu untuk memulai hal baru dan ini ditegasi oleh bu Winarsih melalui kesepakatan bersama yang dinamakan “Komitmen Bekal Makanan dan Camilan Sehat” yang ditandatangani oleh semua orangtua murid dan 5 guru di POS PAUD tersebut.

Kini sejak Januari 2019 melalui komitmen bersama setiap kali kegiatan Belajar PAUD bu Winarsih dan guru lainnya akan menanyakan kepada bunda-bunda dan juga memeriksa bekal makanan “apa saja isinya dan bagaimana porsinya”, begitu juga dengan minumannya. Apabila ditemui masih membawa camilan dan minuman tidak sehat maka tidak segan-segan bu Win menegur dan menyarankan untuk mengganti makanan kepada ibu tersebut dengan bahasa yang tidak menyinggung. Sebaliknya apabila yang dibawa adalah makanan dan minuman sehat maka Bu win tidak segan-segan memuji ibu tersebut di depan anak-anak, sehingga menumbuhkan rasa bangga anak-anak kepada ibunya dan menghargai makanan yang sudah dibuatkan oleh bundanya meskipun makanan tersebut sederhana. Dan sampai kini Pos PAUD kemuning bisa dibilang area bebas makanan, minuman, dan camilan tidak sehat. Dan diharapkan perilaku sehat tersebut juga diterapkan oleh bunda PAUD di rumahnya.

Perubahan D/S Posyandu Fajar Mentari 05 Meningkat Berkat Emo Demo

Posyandu Fajar Mentari 5 berlokasi di Jl. Kalianak Timur Gg.Lebar 141 Surabaya, suatu wilayah padat penduduk (1 RT terdiri dari 200 KK) di mana 80% merupakan pendatang dari Madura dan mereka berada di strata ekonomi menengah ke bawah dengan tingkat pendidikan yang minim. Saat ini posyandu FM05 mempunyai 100 Balita dan 5 kader aktif. Selama berdirinya posyandu (1998), banyak kegiatan yang dilakukan, mulai dari penimbangan, imunisasi pada minggu ke-1 dan penyuluhan yang dilakukan tenaga kesehatan pada minggu ke-2. Namun masalah yang dihadapi adalah animo ketertarikan ibu Balita untuk datang ke Posyandu masih sangat kurang. Hal itu disebabkan karena sebagian besar Ibu Balita beranggapan bahwa penyuluhan itu:
a) Kurang menarik;
b) Membosankan;
c) Pemahaman kalau posyandu ya hanya penimbangan;
d) Penyuluhan hanya satu arah;
e) Kurang sadarnya Ibu Balita terhadap pentingnya informasi kesehatan.

Namun sejak metode Emo Demo yang dicanangkan oleh GAIN bekerja sama dengan PKK dan Dinkes kota Surabaya pada Oktober 2018 mulai merambah di Posyandu, terjadi perubahan signifikan pada kehadiran Ibu balita di Posyandu ini, hal ini dapat dilihat dari kenaikan jumlah kehadiran dari sebelum emodemo yakni Sepanjang tahun 2017-2018 Oktober hingga September jika dirata-rata 39 Ibu Balita, dan setelah adanya emodemo yakni terhitung tahun 2018 – 2019 di bulan Oktober sampai dengan September rata-rata kehadiran meningkat menjadi 58 Ibu Balita.

Rupanya metode Emodemo di Posyandu yang dilakukan oleh seorang kader Bu Siti Mariyam (40 th) dengan penuh energik dan metode emodemo yang sangat interaktif dua arah, peserta merasa lebih diakui keberadaannya karena dilibatkan dalam permainan, menyenangkan, dibumbui dengan cerita dan permainan dan pesan kunci yang sederhana, “berkaitan dengan perilaku sehari-hari khususnya ibu Hamil dan ibu Balita,” kata Ibu Balita; rupanya mampu menggugah keinginan ibu-ibu untuk datang di posyandu, bukan hanya ibunya, karena semanjak ada Emodemo ibu Balita mengajak serta Balitanya datang ke Posyandu di minggu ke-2, di mana sebelum ada Emodemo sebagian besar ibu Balita tidak membawa Balitanya. Kini bahkan mereka menunggu-nunggu jadwal emodemo salah satunya untuk bisa ikut menyanyikan salam Rumpi sehat. Bahkan salah satu ibu balita selalu menanyakan apa tema berikutnya, karena setiap bulan modul yang disampaikan selalu penuh dengan kejutan.

Sejak saat itu Posyandu Fajar Mentari 5 selalu ramai dan dipenuhi dengan ibu balita, dan Ibu Siti Mariyam selaku kader tidak kesulitan lagi untuk mendatangkan ibu balita ke posyandu. (oleh Rina, Training Coordinator Surabaya GAIN Indonesia/Fns)