05 Apr
2019

Penghargaan bagi tenaga kesehatan (nakes) bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar tenaga kesehatan di Puskesmas Tingkat Kota Surabaya semakin bersemangat meraih prestasi dalam pembangunan kesehatan.

Terdapat 22 nominasi Tenaga Kesehatan Teladan (Nakesdan) dari seluruh Puskesmas Kota Surabaya yaitu 3 tenaga dokter, 3 tenaga dokter gigi, 2 tenaga bidan, 3 tenaga perawat, 2 tenaga teknik kefarmasian, 3 tenaga kesehatan lingkungan, 3 tenaga gizi, dan 3 tenaga pranata laboratorium.

Salah satu pemenangnya adalah dr. Yunita Andriani, dokter umum dari Puskesmas Tanjungsari, dengan judul makalah KURSI BIRU (Kursus Singkat Ibu Menyusui Baru) untuk Mewujudkan Sukses ASI Eksklusif Menuju Kecamatan Sukomanunggal Bebas Stunting.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa angka Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Indonesia pada tahun 2017 adalah sebesar 57,8%, yang mana masih jauh dari target sebesar 90%. Pada tahun yang sama, angka pemberian ASI Eksklusif hanyalah sebesar 35,7% yang masih jauh di bawah rekomendasi WHO sebesar 50%. Untuk wilayah kerja puskesmas Tanjungsari, angka pemberian ASI Eksklusif adalah 45,3%.

Pentingnya pemberian ASI Eksklusif adalah agar pertumbuhan anak selama 1000 hari pertama kehidupannya tidak mengalami kekurangan gizi, yang juga dapat mencegah terkenanya stunting, namun para ibu seringkali menghadapi kendala baik dari faktor manusia, lingkungan, dana, metode ataupun sarana, contohnya:

  • Kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI;
  • Ibu kelelahan;
  • Suami kurang mendukung;
  • Suasana rumah kurang kondusif;
  • Media TV jarang siarkan ASI;
  • Tidak ada dana untuk membeli makanan pelancar ASI; dan lain-lain.

Maka dr. Yunita pun membuat inovasi yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk memecahkan masalah ini, yaitu sebuah kegiatan yang dinamakan dengan “KURSI BIRU” (Kursus Singkat Ibu Menyusui Baru), melibatkan lintas program dan profesi yang dikemas dalam suatu layanan terpadu interprofesi di dalam gedung Puskesmas antara lain Program KIA, Program Gizi, Program Jiwa, Program Pengobatan Tradisional, dan Program Promkes. Sedangkan keterlibatan lintas profesi antara lain Dokter, Bidan, Nutrisionis, Tenaga Psikolog dan Tenaga Batra/Pengobat Tradisional.

Alur pelaksanaan KURSI BIRU adalah semua ibu bersalin (anak pertama) dan keluarganya (suami + orang tua/mertua) di Puskesmas Tanjungsari akan diberi bekal khusus di ruang ASI sebelum mereka pulang.

Materi kursus yang diberikan antara lain Teori, dengan rincian:

  • Manfaat ASI bagi ibu dan bayi;
  • Keunggulan ASI dibandingkan sufor (susu formula);
  • Cara memerah dan menyimpan ASI bila ibu bekerja;
  • Cara menyajikan ASI simpan pada bayi;
  • Makanan pelancar ASI dan peran keluarga dalam mensukseskan ASI Eksklusif.

Sedangkan untuk materi berbentuk Simulasi/Praktek adalah:

  • Posisi menyusui yang benar;
  • Memerah dan menyimpan ASI yang benar;
  • Membuat makanan olahan TOGA sebagai pelancar ASI;
  • Pijat pelancar ASI.

Pelaksanaan kegiatan inovasi KURSI BIRU bermanfaat untuk meningkatkan angka cakupan pemberian ASI Eksklusif dalam rangka percepatan penurunan kejadian Stunting di wilayah kerja Puskesmas Tanjungsari.

Baca juga artikel pemenang Nakesdan dari Puskesmas Benowo (Nakes Surabaya Mendeteksi Kehamilan Sejak Dini Melalui Plano Test) pada link tersebut.